Pilkada Sehat 

Kamis, 17 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tgk. Muhsin, MA

PEMIlIHAN kepala daerah  (Pilkada) merupakan salah satu ujud demokrasi lokal yang penting dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Pilkada memberikan kesempatan kepada  masyarakat untuk memilih pemimpin yang dianggap mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi daerahnya.

Dalam konteks ini, Pilkada idealnya bisa menjadi ajang persaingan politik yang sehat dan berfokus pada ide serta  program untuk kemajuan bersama (dibaca masyarakat-red).

BACA JUGA...  Guru Penggerak Ideal, Seperti Apa?

Persaingan pada saat Pilkada harus dilihat sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Setiap calon kepala daerah, baik bupati, wali kota, maupun gubernur, dituntut untuk mempresentasikan program kerja yang jelas dan terukur.

Dengan adanya kompetisi, masyarakat sebagai pemilih mendapatkan alternatif dan  solusi atas permasalahan yang ada di daerah mereka.

Persaingan program, bukan sekedar mendapatkan popularitas, tetapi mendorong munculnya pemimpin yang benar-benar memiliki kapabilitas.

BACA JUGA...  Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Kemakmuran Ummat Islam

Namun, persaingan yang sehat juga memerlukan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat dan para kandidat. Tanpa komitmen bersama untuk menjaga etika politik, Pilkada rentan disusupi praktik kotor seperti politik uang (money politik), kampanye hitam, dan isu-isu yang memecah belah persatuan dan persaudaraan. Bukankah, kata orang banyak, Pilkada sesaat, persaudaraan selamanya.

BACA JUGA...  Kritik yang Berisik, Kepentingan yang Tersembunyi

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

OPINI

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:56 WIB

Aksi masyarakat di PT Bumi Flora Aceh Timur.

PERISTIWA

Sengketa Lahan Bumi Flora Kembali Memanas

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:49 WIB

Keterangan foto: Sejumlah kardus berisi barang yang disebut sebagai alat kesehatan milik rekanan terlihat ditumpuk dan ditutup terpal di halaman RSUD Kota Sabang, Senin (28/9/2026).

NANGGROE

Barang Milik Rekanan Diduga Hilang di Halaman RSUD Sabang

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:42 WIB