Ketua DPRK Banda Aceh Siap Dukung Pendidikan Generasi Emas

Minggu, 10 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar menerima kunjungan rombongan Sekolah TK IT Ar-Rahmah belum lama ini. Foto: Ist

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar menerima kunjungan rombongan Sekolah TK IT Ar-Rahmah belum lama ini. Foto: Ist

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar saat menerima kunjungan pimpinan dan staf pengajar Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TK IT) Ar-Rahmah di ruang kerjanya, Jumat (3/3/2023) banyak memberikan masukan dan nasehat.

“Pendidikan anak usia dini sangat penting,” ujarnya singkat.

Masukan dan nasehat tersebut disampaikan saat mendiskusikan seputar pendidikan anak usia dini pasca pandemi dan peran penting guru di sekolah-sekolah yang mendidik anak-anak di masa golden age (usia emas) tersebut.

BACA JUGA...  DPRK dan Pemko Lhokseumawe Sepakati APBK Perubahan 2022

“Kami saling memberi masukan dan nasehat,” sambungnya.

Kepala sekolah TK IT Ar-Rahmah, Nurdial, mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak tidak baik pada kualitas pembelajaran di sekolahnya. Selama pandemi, proses pembelajaran dilakukan secara daring, yang membuat murid kesulitan dalam menyelesaikan kurikulum dan hafalan Al-Qur’an yang ditargetkan oleh sekolah.

“Covid-19 banyak mempengaruhi kenormalan proses belajar-mengajar,” katanya.

Menurut Nurdial, sebelum pandemi, peserta didik di TK IT Banda Aceh telah dipersiapkan untuk menyelesaikan hafalan satu juz, yakni juz 30. Namun, ketika pembelajaran dilakukan secara daring, siswa hanya bisa menyelesaikan hafalan setengah juz.

BACA JUGA...  DPRK Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

“Saat belajar di rumah orang tua siswa mungkin kurang fokus atau kesulitan dalam mendampingi dan mengawasi anak belajar, jadi mungkin ini salah satu kendala yang dihadapi,” ujarnya.

Nurdial juga mengatakan, saat ini sekolahnya juga membutuhkan peningkatan kapasitas bagi para pengajar. Dia menyebutkan, tenaga pengajar di sekolahnya berjumlah 19 orang, yang terdiri atas guru PNS lima orang dan selebihnya guru honor dari yayasan.

BACA JUGA...  Realisasi PAD 100 Persen, DPRK Banda Aceh Beri Pujian

“Kami harap mendapat perhatian dari pengambil kebijakan di bidang pendidikan,” harapnya.

Nurdial juga tak memungkiri, selama ini ada pelatihan dan sejumlah program dari dinas pendidikan yang dilakukan bagi guru di sekolahnya. Dia berharap ke depan program peningkatan kapasitas tersebut ditingkatkan intensitasnya agar lebih mudah dijangkau oleh para tenaga pengajar.

Berita Terkait

SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 
Rahmatsyah Resmi Dilantik
Pelatihan Jurnalistik di Aceh Selatan Bekali Pelajar Hadapi Persaingan Era Digital
Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan
Gatot Sugiharto: Negara Harus Bedakan “Penambang Perut” dan “Penambang Keruk”
WTP Kesebelas Kalinya untuk Pemerintah Aceh Tamiang
DPRK Lhokseumawe Minta DPMPTSP Tingkatkan Pelayanan Perizinan
Komis B Minta Disperindagkop Lhokseumawe Tingkatkan Kapasitas Koperasi dan UMKM
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:15 WIB

SAPA Desak APH dan BNN Tes Urine Anggota Legislatif Bireuen 

Rabu, 16 September 2026 - 17:12 WIB

Rahmatsyah Resmi Dilantik

Rabu, 9 September 2026 - 19:31 WIB

Pelatihan Jurnalistik di Aceh Selatan Bekali Pelajar Hadapi Persaingan Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:22 WIB

Pasca Banjir Mengubah Cara Pandang, Geuchik Pon: Perlu Dukungan Pemerintah untuk Swasembada Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:08 WIB

Gatot Sugiharto: Negara Harus Bedakan “Penambang Perut” dan “Penambang Keruk”

Berita Terbaru