Kisah TKI di Kamboja
Rezeki Berlalu Mudharat Didapat
KUALASIMPANG (MA) – Sebut saja Lina 30 Tahun [Bukan nama sebenarnya], Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Aceh Tamiang, Aceh. Indonesia; diperlakukan tak manusiawi ditempat dirinya bekerja di Negara Kamboja.
Setiap hari harus menjalani strap [Hukuman] lari keliling lapangan dan push up jika tidak memenuhi target penjualan produk yang ditawarkan sehari Rp10 juta rupiah dalam bekerja.
Tak hanya itu Lina juga hampir setiap hari makan nasi dengan lauk Babi yang sudah disediakan oleh owner [pemilik usaha] investasi bodong. Padahal owner tahu TKW asal Indonesia mayoritas Muslim.
Lina satu-satunya pekerja wanita yang ada dalam timnya, berjumlah 7 orang. Asal Sumatera Utara dan Aceh. Mereka berada dalam rumah [Semacam apartemen] gedung bertingkat dan mereka tidak bisa bebas keluar masuk tempat tinggal.

Lokasi itu terisolir dari dunia luar, mereka didalam dilengkapi fasilitas kesehatan [disediakan untuk pekerja yang sakit] agar tidak dibawa lagi keluar dari lokasi kerja, kalau ada yang sakit.
Mereka [Para pekerja] benar-benar seperti berada di Camp pengungsian, tertutup dari dunia luar, mereka dipekerjakan seperti budak.

![Lina [nama samaran] TKI asal Aceh Tamiang](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220822_133649.jpg)


