Kisah TKI di Kamboja, Rezeki Berlalu Mudharat Didapat

Lina [nama samaran] TKI asal Aceh Tamiang

Hari demi hari mereka lalui dan ketujuh TKI tersebut semakin tidak menentu karena pekerjaan yang mereka hadapi sangat tidak mungkin untuk di jalani.

Ketujuh TKI itu sangat kewalahan dengan pekerjaannya, ditambah lagi dengan ancaman denda berupa uang jika ketujuh TKI melakukan kesalahan dalam bekerja.

“Bekerja tidak mendapatkan hasil kami harus menerima hukuman berupa lari keliling lapangan push up dan lainnya. Saya takut dengan perlakuan mereka, suatu saat pasti melewati batas-batas manusiawi,” kata Lina.

BACA JUGA...  Pj Bupati Haili Yoga Buka Festival Makan Durian, Dinas Pertanian dan Pangan Raih Juara I

Lebih menyakitkan sebut Lina, jika tidak bisa menghasilkan uang ketujuh TKI tersebut tidak menerima gaji, hanya makan dan tempat tinggal, jika memang sudah tidak tahan mereka diperkenankan pulang dengan membayar denda sebesar 3000USD.

“Rasnya sangat tidak masuk akal bagi kami jika harus membayar denda tersebut, tujuan kami mencari safa’at kemari bukan mencari mudharat. Mencari rezeki yang halal, bukan disuruh jadi penipu,” kata Lina mengakhiri.

BACA JUGA...  Kontes Kecantikan Waria Bawa Nama "Aceh" Resmi Dilaporkan Ke Bareskrim Mabes Polri 

Secepatnya anak saya kembali

Nazaruddin 50 tahun, tak dapat membendung tetesan air matanya saat melihat kondisi anaknya di Kamboja, melalui video call aplikasi WhatsApp.

Harapannya, Rezeki didapat, bukan Mudharat teraih. Begitu pengakuannya. Bagaimana tidak, selayaknya orang tua menginginkan anaknya beehasil diperabtauan, bukan siksaan didera.

Penulis: SyawaluddinEditor: Syawaluddin Ksp