Lalu ketujuhnya transit disambut oleh agen yang ada di Kamboja yang mengatur keberangkatan ketujuh TKI asal Indonesia tersebut.
Selanjutnya, agen mengantar para TKI ke sebuah hotel [nama hotel tidak tahu sebab pakai planknya pakai bahasa Kamboja] bertemu dengan boss besar perusahaan ilegal.
Setelah pertemuan dengan Boss Perusahaan Ilegal tersebut, ketujuh Pasport TKI dikumpulkan, lalu para TKI dibawa ke satu tempat dengan menggunakan mobil.
Untuk menempuh ketempat tujuan memakan waktu delapan jam perjalanan dari hotel penjemputan menuju lokasi kerja.
“Selama dalam perjalanan, kami sudah merasakan ada hal yang berbeda, apalagi setelah sampai ke lokasi kerja sangat terasa aneh [seperti sangat dirahasiakan lokasi itu] proses yang kami lalui ternyata benar berbeda, pekerjaan yang kami terima berbeda jauh dari apa yabg dijanjikan diawal, oleh Agen,” jelas Lina.
Belum bekerja saja mereka sudah dihantui keresahan yang sangat mendalam. Mereka seperti dipenjara, tidak bisa bebas keluar masuk lokasi kerja.
Mereka dikurung di gedung itu, mereka tidak boleh keluar dari gedung itu. Yang mereka dapati bekerja dan bekerja tanpa membuat kesalahan.
Kata Lina, tempat yang begitu rapi dengan pagar besi setinggi lima meter sekeliling kawasan yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penjagaan yang super ketat.

![Lina [nama samaran] TKI asal Aceh Tamiang](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220822_133649.jpg)


