Para pekerja terhubung dengan aplikasi dan ketika kita membuka aplikasi link, yang terbuka adalah webnya milik perusahaan Indonesia, seperti Lazada, Sophee, Blibli, Bukalapak, Tokopedia dan lain sebagainya.
Dalam bekerja, pengakuan Lina serta 6 teman lainnya. Mereka harus berkenalan dengan Pria [jika pekerja wanita] dan Wanita [jika pekerjanya laki-laki]; pekerja wanita harus berkenalan dengan laki-laki sebagai mangsa untuk calon investasi bodong perusahaan yang tidak jelas itu.
Hingga si pekerja wanita harus merayu, serta mengajak pacaran si laki-laki yang akan menjadi mangsa untuk membeli sesuatu barang dengan cara memesan by online [padahal itu hanya kamuflase, barang ndak pernah sampai]. Target Rp10 juta rupiah per hari harus bisa diraih oleh para pekerja [baik wanita maupun pria].
“Nah ini-kan kejahatan, antar negara, dengan merusak webside produk Indonesia, sebab yang mereka gunakan semua website pebisnis online papan atas di Indonesia, seperti yang saya sebutkan diatas,” jelas Lina.
Tak hanya itu, jika membuat kesalahan dan tidak memenuhi target penjualan, pekerja juga mendapat ganjaran selain lari keliling lapangan juga Push Up 10x jika satu kali melakukan kesalahan, kalau dua kali menjadi 20x Push Up hingga mencapai 100x Push Up.

![Lina [nama samaran] TKI asal Aceh Tamiang](https://mediaaceh.co.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG_20220822_133649.jpg)


