Wartawan Bodrex dan Tingkah Lakunya

Rabu, 13 April 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi [www.kompasiana.com]
Ilustrasi [www.kompasiana.com]

Bodrek dalam bahasa jurnalistik berkonotasi negatif, karena istilah bodrek merujuk pada segerombolan wartawan tanpa media yang jelas, bahkan tidak pernah menulis. Kerjanya hanyalah masuk ke berbagai instansi atau lembaga pemerintah serta swasta, yang bertujuan hanyalah memburu amplop dari pihak narasumber. Kadang mengaku dirinya sebagai wartawan dari media resmi.

Wartawan bodrex adalah wartawan yang bisa menimbulkan sakit kepala. Padahal bodrex merupakan obat untuk meredakan sakit kepala. Wartawan gadungan yang terkenal dengan sebutan bodrex ini biasanya bergerak secara berkelompok, minimal lima orang atau lebih.

Tujuannya hanya satu, yakni untuk memburu amplop yang berisikan uang. Bila tidak dikasih, maka mereka tidak akan meninggalkan lokasi yang mereka kunjungi. Mereka cenderung memburu ‘siapa’ pihak humas atau penyelenggara pada suatu event/acara.

Untuk membubarkan kelompok wartawan gadungan ini, mau tidak mau, pihak humas atau penyelenggara event/acara akan mengeluarkan amplop yang berisikan uang. Ironisnya adalah, di antara mereka ada yang kurang ajar, langsung membuka amplop yang diberikan dan apabila uangnya sedikit maka berani mengatakan ‘tidak terima’ dan meminta lebih.

BACA JUGA...  Kritik Buat Bobby, Razia Plat BL Bisa Lukai Sejarah

Wartawan bodrex cenderung tidak beretika. Sering bertingkah bak seorang preman, amatiran dan suka memalak (memeras). Penyebutan ‘wartawan’ kepada mereka tentulah sangat tidak tepat, dan akan mencoreng nama baik pihak wartawan yang sesungguhnya.

Foto: www.slideshare.net
Foto: www.slideshare.net

Wartawan jenis ini sebut saja wartawan gadungan. Itu karena sebagian besar dari mereka tidak memiliki media resmi, baik yang berskala regional maupun nasional.

Parahnya lagi, ada pihak pemerintahan, khususnya di bagian kehumasan, sengaja bermitra dan memanfaatkan keberadaan wartawan bodrex untuk tujuan tertentu.

Sasaran wartawan bodrex untuk dipalak, biasanya pejabat di lingkungan pemda, mulai kepala seksi (kasi), kepala bidang (kabid), sampai kepada kepala dinas (kadis). Mereka juga mendatangi para camat, kepala desa serta para kepala sekolah. Mereka menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura meminta konfirmasi berita ini dan itu, sampai amplop berisi uang keluar.

BACA JUGA...  Aceh Perang Jabatan ?

Ciri-ciri wartawan bodrex, saat melakukan kunjungan ke lokasi yang dituju, suka sekali mengumbar atau men-expose atau menonjolkan indentitas dirinya sebagai seorang wartawan (Pers). Kata pers atau wartawan biasanya sengaja dimunculkan di rompi atau jaket, atau pada pakaian seragam (uniform) mereka. Dan mereka terkesan bangga serta angkuh saat mengenakannya.

Hati-hati terhadap wartawan bodrex yang saat ini  semakin menjamur dan kerap membuat para pejabat, baik di pemerintahan maupun swasta akan sakit kepala.

BACA JUGA...  Wisuda Sebagai Simbol Kesuksesan atau Awal Tantangan Baru

Oleh karenanya, bila Anda bertemu dengan oknum yang mengaku dirinya sebagai  wartawan dan suka menonjolkan diri sebagai wartawan, maka tanyakan terlebih dahulu kartu medianya dan kartu organisasi wartawan tingkat nasional. Bila tidak mampu mununjukkan ke dua kartu yang Anda pertanyakan maka oknum tersebut terindikasi sebagai wartawan bondrex.

Ketahuilah bahwa wartawan yang sebenarnya (asli) tidak suka menonjolkan identitasnya sebagai wartawan. Mereka cenderung low profile dan flamboyan serta kerap menutupi identitasnya sebagai wartawan. Tujuannya hanya satu yakni, cepat mengakses sumber berita di masyarakat.

Wartawan asli akan selalu mengedepankan etika dan kesantunan, malah cenderung bersikap bak seorang intel yang menelusup agar dapat memperoleh berita. Tujuan utama wartawan asli adalah berita exclusive. Life for news not life for envelope![Penulis :Ari M, Pengamat Kewartawanan]

Berita Terkait

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku
Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal
Dari Ruang Curhat
Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 
Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh
Aceh dan Generasi Kedua Perdamaian
Tangsel Darurat Narkoba: Ketika Para Punggawa Pemberantas Narkoba Justru Menjadi Pemakai dan Pengedarnya
Polemik BPJN Aceh, Berbagai Pihak Ajak Kedepankan Solusi untuk Pembangunan Jalan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:56 WIB

Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Selasa, 29 September 2026 - 17:40 WIB

Menagih Janji “Manis” Bupati Asel:  Antara Beban Moral dan Realita Fiskal

Sabtu, 12 September 2026 - 09:38 WIB

Dari Ruang Curhat

Rabu, 2 September 2026 - 13:07 WIB

Problem Aceh Selatan, WPR Versus  Tambang Ilegal 

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Hari Damai, Bendera, Dan Pertarungan Politik Aceh

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB