Tim SAR Temukan Jamaluddin 1.5 Mil dari Bibir Pantai

Senin, 26 Juli 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (MA) – Tim SAR Kabupaten Bireuen temukan Jamaluddin (18)  remaja asal Simpang Nenas Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah yang tewas terseret ombak di Pantai Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Minggu (25/7) sekitar pukul 10,45

Korban baru di temukan keesokan harinya, setelah tim SAR yang dipimpin Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat, SH, yang tim tersebut terdiri dari Polairud Polres Bireuen, Polsek Kota Juang, Pospol Kuala, unsur TNI, dan dukungan nelayan bersama masyarakat, berhasil mengangkat Korban yang ditemukan sekitar 1,5 Mil dari Bibir Pantai, Kuala Raja, setelah hanyut dan terseret ombak saat mandi bersama teman-temannya, sekitar pukul 10.45 WIB.

BACA JUGA...  Ayah Wa Tunjuk Jamaluddin Sebagai Plt. Sekda Aceh Utara

Sekitar pukul 13.50 WIB atau sekitar lima menit setelah korban mandi, salah seorang temannya baru baru menyadari jika Jamaluddin tidak ada lagi bersama mereka, apalagi saat itu ombak sangat deras yang diyakini pasti terseret ombak. Oleh karenanya, teman korban pun menepi ke pinggir pantai, sambil berusaha menemukan korban yang sudah terseret ombak.

BACA JUGA...  Beri Rasa Aman di Akhir Pekan, Tim SAR Brimob Aceh Patroli Tempat Wisata

Menyadari keadaan yang tidak mungkin menemukan korban, teman korban melaporkan segera kepada pengunjung lainnya, jika Jamaluddin sudah terseret ombak dan hanyut. Setelah itu, sekitar Pukul 14.10 WIB, datanglah, petugas piket Pospol Kuala Raja dan Polsek Kota Juang beserta petugas Piket Posramil beserta Babinsa untuk melakukan upaya pencarian.

Akhirnya, pada pukul 15. 20 Wib, mulai datang Tim SAR dari Basarnas Kabupaten Bireuen tiba di lokasi, untuk melanjutkan pencarian korban di sekitaran 100 meter dari bibir pantai. “Sekitar pukul 18.30 WIB, Tim SAR menghentikan pencarian, menyusul kendala cuaca dan ombak yang besar ,” ujar salah seorang petugas anggota kepolisian.

BACA JUGA...  Putri Selam Indonesia Promosikan Destinasi Wisata Aceh

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya, Senin (26/7), sekitar pukul 08.00 Wib, Tim SAR, nelayan dan masyarakat, bahu membahu melakukan pencarian terhadap koban. Dalam pencarian yang dinilai cukup melelahkan, akhirnya mayat korban dapat ditemukan pukul 10.15 WIB, jaraknya sekitar 1,5 Mil dari bibir pantai , oleh Tim SAR.

Berita Terkait

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Lomba Tari Kreasi Nusantara Real Art 2026 Himpun 830 Penari dari 15 Provinsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB