500 Ton Bantuan Terkunci di Malaysia, Abu Salam Sebut Pemerintah Pusat Sibuk Seremonial, Lupa Nyawa yang Terisolir

Senin, 12 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

T. Emi Syamsyumi, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Salam.

T. Emi Syamsyumi, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Salam.

Pemerintah pusat membentuk berbagai satuan tugas, termasuk Satgas Pemulihan Pascabencana, tetapi Abu Salam menilai ini hanya sebagai upaya pemerintah pusat lari dari penetapan status bencana nasional, akibatnya terjadi ketidakjelasan dalam kebijakan anggaran khusus untuk penanganan banjir dan longsor Sumatera.

Abu Salam tidak hanya mengkritik pemerintah pusat. Dia juga mempertanyakan peran ilegal logging dan penebangan liar yang telah mengikis ketahanan ekologis Aceh selama bertahun-tahun.

BACA JUGA...  Aceh Raih Dua Medali Emas Cabor Sepak Takraw di PON XXI 

“Banjir ini bukan murka alam—ini adalah konsekuensi. Berapa hektar hutan Aceh yang hilang karena penebangan liar? Berapa sungai yang berubah aliran karena ilegal Logging? Hari ini rakyat membayar dengan nyawa mereka karena hutan mereka sudah tiada,” ujar Abu Salam dengan nada yang tidak bisa ditawar.

Dalam pernyataannya yang lebih tajam, Abu Salam mengatakan bahwa penebangan liar telah meninggalkan tanah Aceh tanpa pelindung alami.

BACA JUGA...  IDI Cabang Bireuen Launching Kantor Baru

“Ketika hutan sudah gundul, ketika sungai sudah dirusak oleh penambangan ilegal yang tidak terkontrol, maka banjir bukan lagi bencana alam—ia adalah bencana yang diciptakan oleh keserakahan dan ketidakdisiplinan pemerintah dalam mengamankan kekayaan alam. Dan hari ini, rakyat yang membayar harganya.

Berita Terkait

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515
Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Berita Terbaru

Oplus_131072

RAGAM BERITA

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:58 WIB

NANGGROE

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:53 WIB

RAGAM BERITA

WALHI: Selamatkan Bumi

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:44 WIB

Penyambutan Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) pada acara HUT Kabupaten Pidie Ke-515 tahun.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:13 WIB

Skuat Aceh Timur Di Gala Siswa Nasional (GSI) Tingkat Provinsi Aceh.

OLAHRAGA

Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:49 WIB