BANDA ACEH | MA — Pembina Yayasan Saluran Internasional (YSI), Ermer Gelbolingo, yang merupakan warga negara Philipina meminta agar kajian mendalam dilakukan terkait usulan pengkategorian bencana yang terjadi di Sumatera menjadi Bencana Nasional.
Gelbolingo menekankan bahwa terlepas dari statusnya, hal paling krusial dalam penanganan darurat adalah kecepatan, serta penerapan empat syarat operasional darurat yang dikenal sebagai Command, Control, Communication, dan Coordination (4C)
”Komunikasi menjadi hal sangat penting, jangan menebar janji yang tidak pasti,” kata Elmer Gelbolingo kepada mediaaceh.co.id di Banda Aceh pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Ia menyatakan telah meninjau kondisi bencana di beberapa lokasi, termasuk Pidie, Pidie Jaya, dan Kabupaten Bireun sambil menyerahkan bantuan masa panik. Gelbolingo mengakui adanya pertanyaan dari sejumlah NGO asing mengenai aksi penanggulangan bencana yang dinilai belum maksimal.
Meskipun demikian, Gelbolingo meyakini komitmen pemulihan yang diucapkan oleh Presiden Prabowo Subianto akan mempercepat proses pemulihan kerusakan di Aceh.
Dalam masa panik ini, YSI telah menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi terisolir di Kabupaten Bireun, yakni Gampong Alue Limeng dan Gampong Salah Sirong. Bantuan yang diserahkan meliputi tenda pengungsi, sembako, dan baju layak pakai.(TM)




