Kisah Abdul Rahman, Jurnalis Gayo Tembus Banjir dan Longsor Menuju UKW

Sabtu, 13 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Abdul Rahman, Jurnalis Gayo Tembus Banjir dan Longsor Menuju UKW-

——-

Keterbatasan akses akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah tidak menyurutkan langkah Abdul Rahman, jurnalis asal Tanah Gayo. Demi mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-20 yang digelar PWI Lhokseumawe, ia rela berjalan kaki sejauh empat hingga lima kilometer menembus jalan berlumpur dan jembatan yang terputus total.

Bencana yang terjadi dua pekan sebelumnya menyisakan kerusakan parah di sejumlah titik. Dari Kampung Buntul hingga Kampung Camp dan Seni Antara, Kecamatan Permata, sedikitnya empat jembatan ambruk dan badan jalan tergerus banjir. Alat berat masih bekerja membuka jalur darurat, sementara para pejalan kaki harus bertaruh tenaga dan keberanian melintasi medan berbahaya.

Langkah Rahman tak pernah berhenti. Ia menyusuri jalan setapak licin, sesekali memanjat bebatuan terjal untuk menyeberangi sungai yang airnya belum juga surut. Lumpur masih basah, angin dingin menusuk, dan langit mendung menggantung rendah. Ia tak berani menoleh ke kiri dan kanan, khawatir hujan turun deras di wilayah yang dikenal memiliki curah hujan tinggi. Rintik sempat jatuh satu per satu.
“Alhamdulillah, pas sampai di perbatasan hujan malah berhenti,” ujarnya.

BACA JUGA...  Wartawan Dataran Tinggi Gayo Bentuk Wadah Koperasi

Tekadnya bukan tanpa alasan. Abdul Rahman bukan jurnalis baru. Di usia 52 tahun, ia telah mengantongi sertifikat kompetensi Madya dan kini berupaya meningkatkan kapasitasnya ke jenjang Utama. Puluhan tahun ia menekuni dunia jurnalistik, baik media cetak maupun online. Dari profesi itu pula ia membesarkan keluarga—seorang istri, dua putra yang telah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Lhokseumawe, serta seorang anak berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku SLTA.

Setelah melewati ruas terparah, Rahman akhirnya menemukan kendaraan yang melintas. Ia sempat bertanya kepada kondektur mobil L300 mengenai ongkos menuju Lhokseumawe. “Seratus dua puluh ribu, Pak,” jawab sang kondektur. Rahman terdiam. Dengan sisa tenaga, ia memilih melanjutkan langkah.

Beberapa saat kemudian, sebuah mobil L300 lain berhenti. Kendaraan itu baru saja mengangkut BBM dan kini membawa penumpang. “Berapa ongkos ke Lhokseumawe, Pak?” tanya Rahman.
“Delapan puluh ribu,” jawab sopir.
Dengan jujur Rahman menyampaikan bahwa uang yang ia miliki hanya Rp50 ribu. Sopir itu terdiam sejenak, lalu mengangguk. “Boleh, Pak. Tapi jangan bilang-bilang,” katanya. Rasa iba mengalahkan hitungan ongkos.

BACA JUGA...  Kemensos RI  Buka Layanan Dukungan Psikososial untuk Anak

Di dalam mobil, naluri jurnalistik Rahman kembali bekerja. Ia berbincang dengan sesama penumpang yang membawa cabai dan sayur mayur. Mereka mengaku berasal dari Tingkem dan hendak pulang ke Langsa. “Kami cuma kuli kebun, upahan di kebun Pak Reno,” kata salah seorang penumpang. Percakapan sederhana itu mengalir hangat, menggambarkan denyut kehidupan warga pascabencana.

Sekitar sepuluh menit perjalanan, anak Rahman datang menjemput dari Lhokseumawe. Ia meminta sopir berhenti dan turun. “Saya sudah ada yang jemput, Pak. Terima kasih banyak,” ucapnya sambil menyalami sang sopir.

Perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor menuju Kota Lhokseumawe. Rahman tiba menjelang waktu Magrib. Ia sempat beristirahat di kos kawan anaknya sebelum menuju hotel untuk melapor bahwa dirinya telah tiba dari Aceh Tengah.

BACA JUGA...  Wartawan Bodrex dan Tingkah Lakunya

Di Hotel Sydney, yang berada di jantung Kota Lhokseumawe, ujian belum sepenuhnya usai. Biaya menginap semalam dipatok Rp400 ribu. Seorang rekan peserta UKW asal Bireuen menawarkan berbagi kamar agar lebih ringan. Namun Rahman kembali dihadapkan pada keterbatasan biaya.

Ia menoleh kepada anaknya yang mengantarkan. “Nak, boleh Ama pakai dulu uangmu empat ratus ribu? Besok, mudah-mudahan bisa Ama ganti,” katanya. Sang anak tersenyum dan mengangguk. “Boleh, Ama. Masih ada sisa jajan,” ujarnya dalam bahasa Gayo.

Malam itu, Abdul Rahman beristirahat. Keesokan harinya, Jumat (12/12/2024), kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-20 resmi dibuka di PWI Lhokseumawe. Di balik kemewahan kota yang dikenal sebagai daerah petro dolar, seorang jurnalis dari pedalaman Gayo telah tiba—membawa keringat, pengorbanan, dan keyakinan bahwa profesionalisme wartawan layak diperjuangkan, sejauh dan seberat apa pun jalannya. (***)

Berita Terkait

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?
Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara
Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 
Revitalisasi Rp192 Miliar Di Bawah Sorotan
Bupati Armia Tegaskan, Pemulihan Hak Warga Jadi Prioritas Utama
Ayah Wa Minta Camat dan BPBD Data Kerusakan Rumah Akibat Cuaca Ekstrem di Aceh Utara
Bupati Aceh Utara dan Satgas PRR Aceh Tinjau Kerusakan Huntara Akibat Cuaca Ekstrem di Langkahan
Ayah Wa Serahkan Santunan Kemensos kepada Keluarga Korban Banjir di Aceh Utara

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Ismik Salam: Pascabencana Belum 100 Persen Selesai, Mengapa IUP Tambang Berjalan Mulus?

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:27 WIB

Ayah Wa Temui BNPB, Perjuangkan Pemulihan Pascabanjir di Aceh Utara

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:50 WIB

Rakyat Butuh Solusi, Bukan Alasan, Salihin: Copot Kepala BPJN Aceh 

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:35 WIB

Revitalisasi Rp192 Miliar Di Bawah Sorotan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:27 WIB

Bupati Armia Tegaskan, Pemulihan Hak Warga Jadi Prioritas Utama

Berita Terbaru

NANGGROE

Intelijen Aceh Waspadai Aksi Desember 2026

Selasa, 25 Agu 2026 - 16:16 WIB

Nelayan Pesisir Asel  Deklarasikan Penjagaan Laut.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LINTAS BARAT - SELATAN

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Selasa, 25 Agu 2026 - 10:05 WIB

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB