Subulussalam, (MA) – Puluhan waraga atau petani sawit yang kurang mampu mendatangi Timbangan Ram, Senin ( 28/10 ). kedatangan mereka ke timbangan Ram melakukan aksi protes terhadap pemilik Ram dimana selama ini timbangan Ram tidak terima hasil panen kami dijual ke timbangan Ram yang ada di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.
Menurut keterangan Darni dan Pandi warga Rundeng saat dijumpai media mengatakan timbangan Ram yang ada di kilo meter 2 itu jangan di tutup, karena Ram yang ada sekarang menambah kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu.
“Petani kurang mampu bisa tertolong dengan ada Ram disini, dan petani sawit juga bisa menjual 10 – 20 janjang sawit ke timbangan Ram dan masyarakat mudah untuk menjual hasil panennya ke timbangan Ram dengan harga yang tinggi,” ujar Darni dan Pandi.
Dikatakan mereka, kami sebagai petani dan masyarakat memohon kepada pemerintah Kota Subulussalam yaitu Bapak H Affan Alfian,SE selaku Walikota dan Camat Kecamatan Rundeng Bapak Irwan Faisal,SH mohon perhatiannya agar bisa di buka Ram di km2. Supaya kami dari masyarakat kurang mampu ada kemudahan untuk menjual hasil panen kami ke timbangan Ram yang ada di Kecamatan Rundeng.
Sementara itu Camat Rundeng Irwan Faisal,SH saat dikonfirmasi oleh media mengatakan ini hasil musyawarah Muspika, Kepala Gampong, agen sawit, pemilik Ram, dan masyarakat. Karena banyak nya pengaduan masyarakat yang sawit nya hilang, maka kita sepakati khususnya becak dan roda dua tidak lagi masuk Ram, Pungkasnya. ( BM ).















