Warga Resah dengan Penampakan Hewan Buas

Ilustrasi Harimau.

REDELONG (MA) Warga Kampung Perumpakan Benjadi, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, dilanda keresahan akibat penampakan hewan berkulit belang dengan mata tajam menyerupai kucing besar yang berkeliaran di sekitar perkebunan kopi mereka.

Hewan liar yang diduga adalah harimau ini telah memangsa puluhan hewan ternak milik warga.

“Kalau untuk jumlah yang pasti kita belum tahu persis berapa hewan ternak warga, seperti sapi dan kerbau yang telah dimangsa hewan buas yakni harimau. Sebab masih banyak hewan ternak warga di daerah Blang Paku belum ditemukan yang diduga telah dimangsa harimau,” kata Reje Kampung (Kepala Desa) Perumpakan Benjadi, Hilwan, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/6).

BACA JUGA...  Wapres Jusuf Kalla Buka Sail Sabang 2017

Berdasarkan laporan yang diterimanya, lebih dari sepuluh ekor ternak milik warga Kampung Cemparam Lama, Simpur dan Hakim Putri Pintu di Kecamatan Mesidah telah menjadi mangsa. Jumlah tersebut belum termasuk hewan ternak yang ada di lokasi Peruweren (Perkandangan) Belang Paku.

Hilwan mengaku telah menerbitkan imbauan kepada seluruh masyarakat Kecamatan Mesidah, khususnya Kampung Perumpakan Benjadi, untuk sementara tidak beraktivitas di zona yang dianggap tidak aman.

BACA JUGA...  Kasus Pengelolaan Zakat Aceh Tengah, Penasihat Hukum Bantah Delik Yang Menjerat Kliennya

Imbauan tersebut berlaku hingga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memastikan daerah tersebut aman dari pemangsa.

Selain itu, Hilwan juga menyurati Camat Mesidah terkait laporan keberadaan binatang buas di daerah mereka. “Kami sampaikan hal tersebut tentu sangat mengkhawatirkan dan meresahkan setiap masyarakat yang biasa melakukan aktivitas usaha di tempat tersebut,” bunyi surat Hilwan kepada Camat Mesidah, sembari berharap Bupati Bener Meriah segera menyurati BKSDA Aceh agar menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut.

Dengan kejadian ini, warga berharap adanya tindakan cepat dari pihak terkait untuk mengatasi ancaman yang telah meresahkan dan membahayakan keselamatan mereka. (AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *