LHOKSEUMAWE | MA — Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., menghadiri Forum Bisnis Aceh–Malaysia–Taiwan yang digelar di Aula Setdakota Lhokseumawe, Senin, (3/11).
“Kegiatan ini merupakan forum strategis yang membahas peluang ekspor produk sawit dan hilirisasi cangkang sawit, sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka kerja sama investasi lintas negara,” kata Walikota Lhokseumawe Sayuti Abubakar dalam sambutannya.
Ia menyebutkan, Forum ini difasilitasi oleh PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) bekerja sama dengan OGTC Taiwan Co. Ltd dan PT Aceh Dynamic Plus. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku usaha dan investor dari berbagai negara berdiskusi mengenai potensi ekspor sawit Aceh melalui Pelabuhan Krueng Geukueh sebagai jalur strategis perdagangan internasional.
“Pemerintah Kota berkomitmen Lhokseumawe harus menjadi sebagai pusat penggerak ekspor Aceh,” ujarnya.
Pihaknya ingin sawit Aceh memiliki daya saing global dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa Lhokseumawe memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan cangkang sawit (palm kernel shell), baik sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan maupun sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. Dengan adanya dukungan infrastruktur Pelabuhan Krueng Geukueh dan kawasan industri yang memadai, Lhokseumawe dinilai siap menjadi pusat aktivitas hilirisasi dan distribusi hasil perkebunan Aceh.




