Menurutnya, dunia pers sedang berada pada fase transformasi yang menentukan. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, hingga perubahan perilaku audiens menuntut perusahaan pers untuk beradaptasi secara cepat tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik yang menjadi fondasi kepercayaan publik.
“Pers harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman, namun tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan akurasi. Kepercayaan publik adalah aset terbesar yang harus dipertahankan oleh setiap perusahaan pers,” ujarnya.
Kehadiran Barlian sebagai pemateri juga menunjukkan bahwa kontribusi insan pers daerah semakin diperhitungkan dalam percakapan nasional. Pengalaman Aceh dalam membangun ekosistem media yang tetap bertahan di tengah berbagai tantangan menjadi salah satu perspektif yang dinilai penting untuk dibagikan kepada peserta talk show.
Forum yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 SPS itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar gagasan mengenai masa depan industri pers Indonesia. Di tengah arus disrupsi yang terus bergerak cepat, dibutuhkan pemikiran yang mampu menjembatani idealisme jurnalistik dengan tuntutan inovasi dan keberlanjutan usaha media.




