Hasilnya kini mulai terlihat: lima unit traktor roda empat sudah tiba, dan ribuan ton benih padi serta jagung tengah disiapkan untuk disalurkan.
“Kami tidak menunggu, kami bergerak. Kunjungan ke kementerian adalah bukti nyata bahwa Pemkab Aceh Tamiang berkontribusi dalam peta besar ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Langkah ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Buah dari Konsistensi.
Keberhasilan “menjemput” bantuan traktor ini hanyalah satu bagian dari upaya besar membangun sektor pertanian Aceh Tamiang. Selain sektor pertanian, strategi serupa juga dilakukan di bidang lain.
Tahun depan, misalnya, Aceh Tamiang akan mendapat alokasi 205 unit rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Bupati Armia menyebut, capaian-capaian ini bukan hasil kebetulan, tetapi buah dari konsistensi dan sinergi.
“Kami belajar bahwa pemerintah daerah tak bisa hanya menunggu, tapi harus berani melangkah dan bersinergi lintas sektor,” ujarnya.
Traktor untuk Kemakmuran.
Bagi para petani penerima, traktor ini lebih dari sekadar mesin [ia adalah simbol harapan baru]. Petani dari berbagai kelompok tani tampak antusias menerima kunci traktor secara bergantian.




