Ia menjelaskan, kebakaran lahan di lokasi tersebut belum sempat membesar. Saat ini, personel gabungan masih melakukan proses pendinginan pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap guna memastikan kondisi benar-benar aman.
“Api belum sempat membesar. Kita terus lakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap, sehingga tidak ada peluang api kembali menyala dan meluas,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD dan masyarakat menjadi kunci, terutama dalam mendeteksi serta menangani potensi kebakaran sejak dini.
Sementara itu, di tempat terpisah, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, terus menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah pencegahan karhutla di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Selatan.
Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui patroli dan pemantauan kawasan yang rawan terjadi kebakaran, pemasangan spanduk imbauan, serta sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat.
Dandim menegaskan, masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, pembakaran lahan juga dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















