Tim HRD Bantu Sembako dan Bangun Rumah Untuk Warga Miskin

BIREUEN, MEDIAACEH.CO.ID Dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dari hasil mediasi yang ditempuh oleh Polsek Peudada, akhirnya suami tersebut yang telah menelantarkan istri beserta tiga orang anaknya, berhasil kembali ke rumah mertuanya untuk berjuang hidup akibat masalah kemiskinan di Aceh.

H Ruslan M Daud yang lebih dikenal dikalangan masyarakat HRD yang merupakan anggota DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), langsung memerintahkan tim DPAC PKB Peudada untuk turun ke lokasi dan mendengar keluhan masyarakat miskin.

Tujuan tim HRD turun ke lokasi agar bisa segera mengatasi masalah yang dirasakan warga miskin itu dengan solusi penyerahan bantuan sembako dan 1 unit rumah semi permanen sederhana tipe 5X6, di Gampong Alue Keutapang Peudada, Bireuen.

Hasil penelusuran MEDIAACEH.CO.ID, Rabu,(3/8/2023) dimana Tim HRD yang dikomandoi oleh Hardi dan Ketua DPAC PKB Hurriman, Kapolsek Peudada, Keuchik Gampong Alue Keutapang dan Mahasiswa/i KKM langsung bergerak pada rumah orang tua mereka.

BACA JUGA...  Bupati ‘Sumringah’ Dua Atlet Aceh Tamiang Raih Medali PON XX Papua

Disela sela pertemuan dan penyerahan dua jenis bantuan itu, Hurriman yang juga ketua DPAC PKB Peudada menyebutkan bahwa kedatangan pihaknya ke pelosok pendalaman peudada itu,tentu tidak lain karena didorong rasa ke manusian yang turut prihatin dengan kondisi kehidupan ekonomi pihak keluarga tersebut, supaya bisa membantu secara bersama dalam meringankan penderitaan masalah kemiskinan yang menimpa saudara kita disini.

“Maksud dan tujuan kedatangan kami kesini dalam rangka untuk melihat langsung fakta di lapangan pemicu penyebabnya hal itu bisa muncul kepermukaan publik. Insyallah akan kita targetkan dalam satu minggu bisa selesai, sedangkan tanahnya untuk dibangun rumah sederhana layak huni ini akan dibantu atau hibahkan oleh orang tuanya Mustafa,” ungkapnya.

BACA JUGA...  CLR-PSM Peduli Aceh Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Aceh Timur

Lanjutnya,”Seandainya masalah tersebut, menimpa sanak famili dan keluarga kita, begitu saja ditinggalkan tanpa ada rumah, tentu semua kita sangat berharap dan berdoa, agar ada pihak-pihak dermawan, atau pemerintah untuk menolong dengan bantuan,” ujarnya Hurriman

Sebelumnya dikabarkan, Mustafa (27) salah satu warga Gampong Alue Keutapangn, Peudada beberapa hari dalam sepekan yang lalu, telantarkan istri yang bernama Safrita (37) dan tiga orang anaknya di Gampong Pinto Rimba. Mereka hidup harus berpisah dan berpindah-pindah, dikarenakan tidak memiliki rumah untuk beli tanah dan bangun rumah dasar, dikarenakan faktor masalah kemiskinan yang menimpa kehidupan mereka.

BACA JUGA...  Sofyan Seri Resmi jadi Anggota DPRK Aceh Selatan PAW

Sedangkan Kapolsek Peudada Ipda M Nazarullah S.H, menyebutkan akar persoalan yang menimpa Mustafa saat kembali bersama istrinya yang tinggal di rumah orang tuanya di Gampong Alue Keutapang, namun rumah milik orang tuanya yang sempit. Sehingga Mustafa harus secepatnya memiliki rumah sendiri yang layak mereka huni.

Sementara itu Keuchik Gampong Alue Keutapang Ramli mengatakan, Mustafa selama ini tinggal bersama istrinya tidak menentu nasib mereka hidup bersama keluarganya, harus berpindah-pindah tempat.

Lanjutnya, dalam minggu terakhir ini Mustafa menelantarkan istri beserta anak-anaknya yang masih balita di Gampong Pinto Rimba. Sehingga pada akhirnya turut di mediasi oleh pihak Polsek Peudada,” dalam beberapa hari ini, Mustafa berhasil dikembalikan ke rumah orang tuanya di Gampong Alue Keutapang”. pungkas keuchik Alue Keutapang. (Iqbal).