Lhoksukon, ( ADC ) – Tim Calon Daerah Otonomi Baru ( CDOB ) Kota Panton Labu adakan rapat konsolidasi penyusunan master plan dan peta wilayah untuk pembangunan pusat pemerintahan daerah otonomi baru Kota Panton Labu. Acara berlangsung di aula kantor camat Kecamatan Senuddon, Aceh Utara Rabu, ( 11/9/2019 ).
Hendra Nurdin ketua CDOB Kota Panton Labu saat dikonfirmasi oleh media mengatakan kita melakukan agenda rapat pada hari ini adalah untuk menampung aspirasi masyarakat lima Kecamatan supaya kedepan pusat pemerintahan itu benar – benar yang kita sajikan adalah betul – betul keinginan dari masyarakat, hasilnya adalah tidak menyalahkan lingkungan dan pusat pemerintahan kedepan betul – betul tumbuh.
Dijelaskan, ini adalah penyampaian kisi – kisi bukan sifatnya final tapi masukkan publik kita tampung, sebulan atau 40 hari kedepan kita akan gelar pertemuan tentang master plan dan master plan ini akan betul-betul dikaji oleh para ahli.
“Putra putri DOB hari ini terpanggil atau pulang untuk ikut andil mengambil tempat agar apa yang dihasilkan dalam rapat konsolidasi hari ini benar-benar hasilnya sangat efektif untuk Daerah Otonomi Baru Kota Panton Labu,” kata Hendra
Dikatakan, Natinya dalam merancang master plan DOB Kota Panton Labu yang pertama letaknya betul – betul sentral, kedua potensi lahan sangat mendukung, dan yang ketiga kesepakatan bersama.
Saat disinggung terhadap Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur yang akan bergabung ke CDOB Kota Panton Labu, Hendra menjelaskan, sebenarnya ini adalah respon dari pemerintah pusat agar DOB Panton Labu letak di ujung Aceh Utara dan Kecamatan Madat di ujung Aceh Timur. Nah kita coba merespon dan menyampaikan kepada masyarakat Madat khususnya agar apakah mereka mau bergabung, karena konsep pemekaran terbaik di Indonesia adalah penggabungan wilayah.
“Dengan lahir Daerah Otonom Baru, pertembuhan ekonomi dan pelayanan publik lebih bagus. Jadi respon ini adalah masukan dari Dirjen Otda agar mengajak mereka, Alhamdulillah mereka merespon, mudah – mudahan kedepan tahap – tahapan terkait pemekaran ini betul-betul berjalan sesuai apa yang kita harapkan,” imbuh Hendra
Masih terkait Kecamatan Madat, dan Kecamatan Madat kita ajak untuk bergabung dengan DOB, kenapa kita ajak, karena hasil pertemuan di bulan Agustus kemaren di Jakarta dalam agenda road show bahwa ini harapannya pemerintah pusat, terkait mau atau tidak kita kembalikan kepada masyarakat Kecamatan Madat. Artinya kita coba merespon keinginan pemerintah pusat digabung saja begitu kata dirjen otda. Jelasnya Hendra.
Sementara itu, koordinator tim penyusunan master plan DOB Panton Labu Mustafa Umar, ST mengatakan dalam rencana penyusunan master plan yang kita inginkan kedepan adalah lahirnya sebuah perencanaan kota baru, jadi yang berfungsi sebagai ibu kota pusat pemerintahan, jadi bukan maste plan wilayah kalau wilayah mencakupi lima Kecamatan, tapi ini master plan ibu kota pemerintahan yang artinya didalamnya itu ada kantor pemerintahan atau pusat pelayanan publik.
“Karena ini daerah baru kita harapkan kedepan bahwa ibu kota ini, ibu kota yang kulturistik yang artinya ibu kota yang uptude, kalau bisa satu abad kedepan masih ada medelnya, dari segi tata guna lahan, ruang terbuka hijau, dan ruang publik masih bisa tertampung,” jelas Mustafa
Dikatakan lagi, yang mau kita rancang dalam master plan ini adalah kota modern tetapi kita adopsi nilai – nilai kebudayaan lokal, kearifan lokal, dan gedungnya gedung modern tetapi arsitekturnya arsitektur lokal.
Kita dalam hal ini akan melibatkan semua stakeholder jadi semua komponen masyarakat nanti dalam perencanaan ini kita libatkan, setelah disepakati bersama dalam penyusunan master plan ini baru dibuat draf dan gambarnya, kata Mustafa
Prof. Mahiddin selaku penasehat dan tim penyusunan master plan Kota Panton Labu saat dimintai tanggapannya mengatakan dimana dalam penyusunan master plan Kota Panton Labu yang harus diperhatikan adalah masalah lingkungan yang harus tersedia Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) dan jalur buangan air. Pungkas Prof. Mahiddin
Di acara tersebut turut hadir Muspika Kecamatan Seunuddon, tokoh masyarakat yang tergabung dalam DOB Panton Labu, Geuchik ( Kepala Desa ) lima Kecamatan, tokoh pemuda, dan tamu undangan lainnya. ( 021 )




