“Padahal, triliunan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) pada tahun 2020 telah dikucurkan, namun masih saja terjadi Silpa 3,9 triliun di tahun 2020,” jelas Usman pada mediaaceh.co.id, Minggu, 30 Mei 2021 di Kuta Malaka.
Laporan | Syawaluddin
BANDA ACEH (MA) – Provinsi Aceh masih tetap menyandang gelar termiskin se Sumatera, meski kebijakan dan triliunan Anggaran Pembangunan dan Belanja Aceh (APBA) dikucurkan untuk merubah perekonomian provinsi di ujung barat Indonesia tersebut, tetap saja centang prenang.
Civitas Akademisi Unaya, Usman Lamreung masih terus mengkritisi upaya pemerintah Aceh untuk bangkit dari status miskin se Sumatera sepertinya masih jauh panggang dari api.
Dikatakan Usman; dalam kurun waktu empat bulan terakhir, Provinsi Aceh terus menjadi sorotan publik, sebab berbagai kebijakan dan program yang sudah dicetuskan belum menyentuh peningkatan serta pertumbuhan ekonomi, pada level yang signifikan.
Dicontohkan, penurunan angka kemiskinan masyarakat Aceh masih tetap bertahan pada posisinya yang menyebabkan Aceh jadi sorotan termiskin di Sumatera.
“Padahal, triliunan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) pada tahun 2020 telah dikucurkan, namun masih saja terjadi Silpa 3,9 triliun di tahun 2020,” jelas Usman pada mediaaceh.co.id, Minggu, 30 Mei 2021 di Kuta Malaka.




