“Pers harus tetap dekat dengan rakyat, menjadi jembatan aspirasi masyarakat, menyampaikan informasi yang benar, serta menjaga independensinya. Pers yang kuat adalah pers yang dipercaya rakyat,” ujar Nasir Djamil.
Ia menegaskan, pers tidak boleh kehilangan orientasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Media harus hadir untuk mengawasi jalannya pemerintahan, mengawal kebijakan publik, sekaligus memastikan suara masyarakat mendapat ruang yang adil dalam setiap proses pembangunan.
Bagi Nasir Djamil, penghargaan yang diterimanya bukan sekadar bentuk apresiasi pribadi, melainkan pengingat bahwa hubungan harmonis antara media dan penyelenggara negara harus terus dibangun dalam koridor profesionalisme serta saling menghormati independensi masing-masing.
Nasir Djamil bukan sosok asing di dunia jurnalistik. Sebelum berkiprah di panggung politik nasional, ia pernah meniti karier sebagai wartawan.
Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya mengenai pentingnya kebebasan pers, keterbukaan informasi publik, serta perlindungan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan berimbang.
Karena itu, ia berharap semangat “Pers Kembali ke Rakyat” tidak berhenti sebagai slogan dalam sebuah perayaan, tetapi diwujudkan dalam praktik jurnalistik yang konsisten berpihak kepada kepentingan publik.




