Banda Aceh (ADC)- Menanggapi tudingan yang sampaikan oleh Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) yang menyatakan, bahwa tender Pembangunan Gedung Oncologi mangkrak karena banyak “Hantunya”, dibantah oleh pihak Managemen Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA).
Menurut pihak managemen RSUDZA, tender pembangunan gedung oncologi, tidaklah seperti yang ditudingkan oleh Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA). Karena tender tersebut, belum dilakukan dan saat ini sedang tahap penyusunan dokumen lelang oleh pihak Konsultan.
“Kemudian, akan dikaji bersama dengan Tim Spesialis Oncologi, KPA dan TP4D,” ungkap Wakil Direktur ADM dan Umum, DR. Muhazar kepada media mediaaceh.co.id, Sabtu 3 Agustus 2019 di Banda Aceh.
Muhazar juga mengatakan, rumah sakit tidak mau lagi kecolongan dan gagal tender kedepannya. Makanya kehati-hatian sangat diperlukan dalam penyiapan dokumen tersebut.
Mengenai adanya tenaga ahli nuklir, Muhazar mengatakan, memang diwajibkan dalam persyaratan, mengingat alokasi anggaran merupakan satu kesatuan pembangunan. “Jadi kita tidak mau direpotkan dengan pemecahan paket yang akan berakibat pembangunan terjadi secara parsial dan tidak simultan, sehingga pembangunan tidak utuh”.
Oleh sebab itu, dalam penyampaian dokumen ke ULP, agar betul-betul menjaring rekanan yang potensial dan berpengalaman dalam bidang pembangunan gedung pelayanan ongcology ini.
“Pembangunan gedung Oncologi ini, sudah 3 (tahun) gagal, jadi kita tidak mau lagi terhambat dalam pembangunannya. Karena masyarakat sangat membutuhkannya,” ujarnya.
Selain itu, Muhazar juga menambahkan, jika ada informasi terjadinya penyimpangan dalam proses tersebut, setidaknya dapat dibuktikan dengan data dan fakta, jangan sampai kita mengambil langkah langkah hukum.
“Kita juga berharap, jangan menduga-duga. Karena dapat menimbulkan fitnah dan menyebakan hilangnya kepercayaan masyarakat. Apalagi penggiringan opini negatif,” tutup Wadir ADM dan Umum RSUDZA. (Ahmad Fadil)




