Tangan Kering Karena Menggunakan Hand Sanitizer ? Ini Tips-tipsnya !

Sumber : Youtube.com

OPINI Oleh | Sania Audry Nst

Kasus infeksi Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 406.945 pada Jum’at (30/10/2020) dan masih terus bertambah 2000 hingga 3000 kasus setiap harinya. Angka tersebut juga belum bisa diprediksi sebagai puncak dari pandemi ini. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto mengatakan ia tidak bisa memprediksi kapan puncak pandemi Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, Covid-19 susah ditebak.

“Jadi kita tidak bisa memprediksi akan ini sudah puncaknya, sudah landai atau turun karena polanya berubah, negara lain juga begitu. Hari ini negara nol kasus sangat jarang sekali, rata-rata ada infeksi baru terus,” ujar Slamet Budiarto seperti dikutip dari kanal Youtube BNPB, Senin (5/10/2020).

Semakin meningkatnya angka positif Covid-19, maka virus ini akan semakin meluas dan memperpanjang rantai penularannya. Hal ini meningkatkan risiko seseorang terpapar dan terinfeksi virus tersebut. Cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara merupakan sumber penularan Covid-19. Droplet dapat jatuh dan menempel pada benda-benda di sekitar. Oleh karena itu, ketika memegang benda-benda tersebut, tangan akan berpotensi menjadi jalur transmisi penularan Covid-19 jika menyentuh hidung, mulut, dan mata.

Mencuci tangan merupakan salah satu cara ampuh dan efektif dalam pencegahan dan pemberantasan kasus Covid-19. Hal tersebut dibuktikan dengan program pemerintah yang menggalakkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Centres for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk sering mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik dengan 6 langkah cuci tangan yang benar sesuai standar World Health Organization (WHO) untuk mencegah penyebaran kuman secara efektif. Covid-19 memiliki struktur bagian luar terbungkus oleh protein dan lemak dapat dilarutkan dengan sabun sehingga virus akan hancur dan mati. Selain dengan menggunakan air dan sabun, membersihkan tangan juga dapat dilakukan dengan menggunakan pembersih berbasis alkohol atau sering dikenal di masyarakat dengan sebutan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.

BACA JUGA...  AKBP Nanang Indra Bakti Bagi Helm SNI Gratis, dalam Operasi Seulawah 2024

Saat ini, kebanyakan masyarakat memilih untuk menggunakan hand sanitizer karena lebih praktis, mudah dibawa kemana-mana dan mudah didapatkan atau tersedia di pasaran. Penggunaannya pun sangat mudah, hanya dengan menyemprot atau meneteskannya di telapak tangan kemudian meratakan ke seluruh permukaan tangan. Kelebihan lainnya, hand sanitizer juga mengering dengan sendirinya karena sifat dasar alkohol yang mudah menguap. Oleh karena itu, penggunanya tidak direpotkan dengan tangan yang basah dan harus dikeringkan dengan lap atau tisu.

Lantas apa perbedaan hand sanitizer, antiseptik dan disinfektan? Antiseptik merupakan bahan kimia yang mencegah perkembangan kuman dengan cara membunuh kuman tersebut atau menghambat pertumbuhan dan aktivitasnya. Hand sanitizer merupakan salah satu jenis anitseptik. Jika antiseptik berguna untuk membunuh kuman pada permukaan kulit, maka disinfektan digunakan pada benda mati. Hampir semua bahan kimia yang dipakai sebagai antiseptik dapat pula berperan sebagai disinfektan. Hal ini ditentukan oleh konsentrasi bahan tersebut. Biasanya, konsentrasi bahan yang digunakan sebagai antiseptik lebih rendah dari disinfektan.

Penggunaan hand-sanitizer secara terus-menerus juga bisa berdampak pada kulit. Kandungan alkohol yang terdapat di dalamnya dapat mengikis minyak alami dan pelindung kulit yang mempertahankan kelembaban kulit sehingga kulit terasa kering, terkelupas, pecah-pecah, melepuh, bahkan timbul ruam dan luka. Biasanya masalah tersebut terjadi di punggung tangan dan sela-sela jari, karena kulit di area ini lebih tipis daripada kulit di telapak tangan. Dampak lain yang lebih parah adalah meningkatnya risiko infeksi dari kondisi kulit pecah-pecah dan juga dapat menyebabkan eksim. Selain itu, keluhan-keluhan tersebut juga lebih sering dialami oleh orang yang memiliki kulit sensitif atau pernah mengalami dermatitis kontak.

BACA JUGA...  Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Barat 2021 Dibuka

Menurut Dr. Mary Stevenson, Asisten Profesor Dermatologi di NYU Langone Health, melakukan perawatan untuk menjaga kelembaban kulit tangan setelah mencucinya adalah jalan keluar terbaik untuk dilema menjaga kebersihan tangan ini. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi kulit tangan yang kering akibat sering menggunakan hand sanitizer.

1. Pakai hand sanitizer yang mengandung moisturizer tinggi.
Salah satu solusi untuk mengatasi kulit kering pada tangan yaitu dengan memilih hand sanitizer dengan kandungan pelembab yang tinggi. Saat memilih hand sanitizer, dianjurkan untuk memilih yang mengandung triple moisturizer yaitu aloe vera, pro-vitamin B5 dan glycerol. Ketiga bahan tersebut dapat menutrisi kulit tangan agar tetap lembab dan pastinya tetap bisa melindungi tangan dari kuman.

2. Gunakan shooting gel.
Shooting gel banyak dijual di pasaran dan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah yang berbahan aloe vera. Aloe vera sejak dulu telah dikenal kemampuannya dalam melembutkan dan melembabkan kulit karena mampu menghalangi penguapan air dari lapisan kulit. Shooting gel ini dapat digunakan setelah menggunakan hand sanitizer. Ketika hand sanitizer sudah mengering kemudian kita bisa lanjutkan dengan mengaplikasikan shooting gel ke seluruh permukaan tangan.

3. Rajin menggunakan hand cream.
Hampir sama dengan poin sebelumnya, tujuan dan cara penggunaan hand cream juga mirip dengan shooting gel. Hanya saja, hand cream mengandung komposisi yang lebih kompleks untuk menutrisi kulit tangan seperti bahan-bahan yang bersifat:
• Oklusif, yaitu bahan yang dapat mencegah hilangnya air dari kulit, contohnya petrolatum atau petroleum jelly
• Emolien, yaitu bahan yang bisa melembutkan dan menenangkan kulit, contohnya isopropil miristat dan oktil okanoat
• Humektan, yaitu bahan yang dapat mempertahankan kelembapan kulit, contohnya asam karboksilat dan asam laktat.

BACA JUGA...  Kapolres Lhokseumawe Berikan Penghargaan Kepada Muspika

4. Merendam tangan dengan oat.
Air rendaman yang ditambahkan oat dipercaya mampu meremajakan kulit dan mengurangi kering pada kulit tangan. Oat yang digunakan bisa dalam keadaan mentah ataupun yang sudah dimasak. Bisa juga menambahkan minyak zaitun dalam air rendaman untuk mendapatkan hasil yang optimal. Perendaman dapat dilakukan selama kurang lebih 15 menit, lalu bilas dengan air hangat.

5. Banyak konsumsi air putih.
Sangat dianjurkan bagi setiap orang untuk minum setidaknya 8 gelas air putih sehari. Adanya cairan dalam tubuh akan membantu metabolisme kulit dalam pergantian sel sehingga dapat membuat kulit terlihat lebih segar dan elastis.

Hand sanitizer hingga saat ini masih menjadi rekomendasi WHO, sehingga kita perlu untuk selalu menyediakannya saat bepergian. Namun, yang perlu diingat adalah jangan terlalu sering dan berlebihan juga dalam menggunakannya. Jika masih memungkinkan untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, maka cuci tangan saja. Penggunaan hand sanitizer sebaiknya hanya jadi selingan, atau ketika benar-benar tidak ada sumber air di sekitar.(*).

Penulis : Sania Audry Nst
Fakultas : Kedokteran
Program Studi : Pendidikan Dokter
Universitas : Universitas Malikussaleh
Pembimbing : Zul Akli, S. H. M. H.