Lhokseumawe (MA) – Pada Senin, 17 Mei 2021, pukul 16.00 WIB kegiatan peluncuran pendaftaran Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat (SMM PTN-Barat) mulai dibuka.
Koordinator Bidang Sosialisasi dan Promosi SMM PTN – Barat Teuku Kemal Fasya, mengatakan, kegiatan ini dipusatkan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan diikuti seluruh rektor perguruan tinggi negeri peserta SMM PTN-Barat dan publik melalui daring dengan link zoom dan YouTube.
Lanjutnya, Pada tahun 2021 kegiatan SMM PTN-Barat diikuti oleh 17 perguruan tinggi negeri. Ke-17 PTN ini tergabung di bawah Badan Kerja Sama (BKS) PTN Indonesia Wilayah Barat.
Kemudian ia menyebutkan, kegiatan launching juga ikut dihadiri perwakilan bank mitra SMM PTN Barat yaitu 1) Bank Mandiri, 2) Bank BNI, 3) Bank BTN, dan 4) Bank BSI.
Kehadiran Bank BSI pada kegiatan pendaftaran tahun ini merupakan bagian dari seruan Presiden Jokowi untuk meningkatkan kinerja bank syariah di Indonesia dalam menjamin sistem perbankan yang islami. Apalagi di Aceh yang mulai diberlakukan Qanun Lembaga Keuangan Syariah, ungkapnya Kemal Fasya.
Adapun prodi yang ikut serta dalam SMM PTN-Barat ini adalah 338 Prodi Saintek dan 237 Prodi Soshum. Kuota yang diterima dalam proses pendaftaran mandiri ini ialah 7.601 untuk Prodi Saintek dan 6.889 untuk Prodi Soshum, sebutnya.
Sementara itu ketua Panitia SMM PTNBarat, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, mengatakan tahun ini ada penambahan satu perguruan tinggi dalam SMM PTN-Barat. Diupayakan semakin banyak kampus terkemuka di Indonesia bagian barat yang tergabung di SMM PTN-Barat pada tahun-tahun mendatang.
Adapun 17 PTN yang tergabung di dalam SMM PTN-Barat adalah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa UNTIRTA, Serang, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Istitut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung, Universitas Bengkulu (Unib), Bengkulu, Universitas Riau (Unri), Pekanbaru, Universitas Jambi (Unja), Jambi, Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Institut Seni Indonesia (ISI), Padangpanjang
Universitas Palangka Raya (UPR), Palangkaraya, Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang, Universitas Bangka Belitung (UBB), Pangkalpinang, Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI), Aceh, Universitas Siliwangi (Unsil), Tasikmalaya, Universitas Samudra (Unsam), Langsa, Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta
Menurut ketua BKS PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Ir. Fatah Sulaiman, M.T, jumlah uang pendaftaran yang dikeluarkan oleh setiap pendaftar adalah sebesar Rp350 ribu dan berlaku seragam untuk seluruh PTN. Uang pendaftaran itu bersifat mutlak dan akan hangus meskipun calon mahasiswa tidak melanjutkan hingga taraf seleksi. Uang pendaftaran itu dibayar melalui bank mitra yang telah ditetapkan.
Dirinya menambahkan, ijazah yang akan digunakan oleh calon mahasiswa adalah lulusan tiga tahun terakhir (2019, 2020, dan 2021), kecuali untuk beberapa universitas:
1. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Universitas Jambi (UNJA), dan Universitas Teuku Umar (UTU) menggunakan ijazah lima tahun terakhir (2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021).
2. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menerima ijazah untuk lulusan 10 tahun terakhir yaitu mulai 2012 hingga 2021 dan Paket C maksimal umur 25 tahun.
3. Universitas Palangka Raya (UPR) 3 tahun terakhir (2019, 2020 dan 2021) untuk Fakultas Kedokteran dan 5 tahun terakhir (2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021) untuk fakultas lainnya.
Metode ujian yang digunakan pada tahun ini sudah mengikuti model UTBK-SBMPTN yaitu CAT (Computer Assisted Test), yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih Paper Based-Test. Keuntungannya menurut Koordinator TIK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, hasil ujian bisa diketahui dengan cepat karena sistem komputer yang digunakan tersentralisasi dan lebih menjamin kepastian lulusan. Demikian pula, sistem CAT telah digunakan oleh LTMPT terkait pelaksanaan UTBK-SBMPTN selama tiga tahun terakhir dan dipuji banyak pihak mampu meminimalisasi human error, ungkapnya.




