Syekh Hamzah Al-Fansuri, Sang Cahaya Peradaban dari Aceh yang Mengukir Sejarah Islam dan Sastra Melayu

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaaceh.co.id – Di balik kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam sebagai salah satu kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara, terdapat sosok ulama yang tidak hanya dikenang karena kedalaman ilmu agamanya, tetapi juga karena keberhasilannya mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa ilmu pengetahuan, sastra, dan dakwah. Sosok tersebut adalah Syekh Hamzah Al-Fansuri, seorang ulama sufi, penyair, filsuf, sekaligus intelektual Muslim yang hingga kini diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Islam Nusantara.

BACA JUGA...  Kerajaan Tamiang, Salah Satu Kerajaan Bersejarah di Aceh yang Pernah Mencapai Masa Kejayaan

Nama Syekh Hamzah Al-Fansuri telah lama menjadi perhatian para sejarawan, filolog, dan akademisi dunia. Julukan “Al-Fansuri” diyakini berasal dari Fansur, nama kuno bagi kawasan Barus di pesisir barat Sumatra yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai pelabuhan internasional penghasil kapur barus. Meski terdapat perbedaan pendapat mengenai tempat kelahirannya, mayoritas penelitian menyimpulkan bahwa Syekh Hamzah Al-Fansuri hidup, mengajar, dan menghasilkan karya-karya besarnya di lingkungan Kesultanan Aceh Darussalam pada penghujung abad ke-16 hingga awal abad ke-17. Masa tersebut merupakan periode ketika Aceh berkembang menjadi pusat perdagangan internasional sekaligus pusat penyebaran ilmu pengetahuan Islam di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA...  Sejarah Danau Laut Tawar, Jantung Kehidupan Masyarakat Gayo

Berita Terkait

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah
Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh
Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah
Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia
Sejarah Kerajaan Pedir: Kerajaan Maritim yang Menguasai Perdagangan di Pesisir Utara Aceh
Pelabuhan Peureulak dan Jalur Sutra Maritim: Saat Aceh Timur Menjadi Pusat Perdagangan Dunia
Jejak Kesultanan Peureulak: Menelusuri Salah Satu Pusat Awal Perkembangan Islam di Nusantara

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:39 WIB

Sejarah Hikayat Prang Sabi: Karya Sastra yang Mengobarkan Semangat Perlawanan Rakyat Aceh

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:14 WIB

Masjid Raya Baiturrahman: Saksi Bisu Perang Aceh, Tsunami, dan Kebangkitan Serambi Mekkah

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:03 WIB

Sejarah Kerajaan Trumon Aceh Selatan: Kehulubalangan yang Berpengaruh di Pesisir Barat Selatan Aceh

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:28 WIB

Sejarah Kerajaan Jeumpa: Antara Tradisi, Hikayat, dan Bukti Sejarah

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:43 WIB

Aceh dan Jalur Rempah: Gerbang di Ujung Barat yang Menghubungkan Peradaban Dunia

Berita Terbaru

Para siswa-siswi menyemarakkan HUT RI Ke-81 tahun 2026 dengan beragam penampilan pakaian di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu, (15/8).

PEMERINTAHAN

Ribuan Warga Terpukau dengan Penampilan Pelajar di Jalan Raya 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:14 WIB

Buati Asel H. Mirwan MS (HMW) menyiram salah satu pusara dalam komplek makam  Panglimo Rajo di Padang Keululum Ganpong Sapik, (15/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Forkopimda Aceh Selatan Ziarah 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:31 WIB

NANGGROE

21 Tahun Damai, Komunitas GDA Gelar Kirab Aceh 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:21 WIB

EKBIS

Gandeng LPPI, Bank Aceh Tancap Gas

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:14 WIB