SUNGAI YANG DITINGGALKAN NEGARA

Selasa, 27 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kala itu, anggaran sebesar Rp26 miliar diturunkan untuk pembangunan kanal timur; salah satu solusi utama mengalirkan debit banjir langsung ke muara.

Namun kanal itu tak pernah terbangun. Anggaran menguap tanpa jejak yang jelas di lapangan. Sungai tetap mengalir tanpa kendali, sementara permukiman tumbuh mendekat ke sempadannya.

Pada 2007, alarm kembali dibunyikan. Gubernur Aceh mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir. Djoko Kirmanto, dengan tembusan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

BACA JUGA...  ARMIA PAHMI DI GARIS DEPAN

Surat bernomor 362/16166 itu merekomendasikan secara tegas pembangunan kanal dan pengendalian banjir Sungai Tamiang sebagai pedoman pembangunan daerah.

Rekomendasi serupa datang dari Bupati Aceh Tamiang saat itu.

DANA BESAR, ARAH YANG SALAH

REKOMENDASI tersebut berbuah anggaran besar. Melalui skema DIPA, pemerintah pusat mengucurkan dana hingga Rp360 miliar. Harapannya jelas; menyelesaikan persoalan struktural Sungai Tamiang. Tapi di sinilah cerita berbelok.

BACA JUGA...  Jembatan Harapan Pascabencana; Sinergi TNI dan Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Tamiang

Menurut Teuku Muhammad Amin; perencana teknis yang sejak awal terlibat dalam kajian DAS Aceh Tamiang; anggaran tersebut tidak digunakan sesuai peruntukan utama.

Kanal sebagai solusi inti pengendalian banjir tidak dianggap prioritas. Dana dialihkan ke kepentingan lain yang tak menyentuh akar persoalan.

“Ketika kanal tidak dibangun, sungai dibiarkan bekerja sendiri. Padahal data sudah jelas,” kata Amin.

Akibatnya baru terasa bertahun-tahun kemudian. Luapan air datang tiba-tiba, tanpa ruang untuk melambat. Banjir bandang menjadi keniscayaan.

BACA JUGA...  Duet Potensial H. Musannif dan Syeh Muharram untuk Aceh Besar 2024-2029

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438

Senin, 12 Okt 2026 - 19:50 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Senin, 12 Okt 2026 - 18:49 WIB

POLITIK

Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Senin, 12 Okt 2026 - 18:18 WIB