SUNGAI YANG DITINGGALKAN NEGARA

Selasa, 27 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERUSAKAN di hulu mempercepat kehancuran di hilir. Pembukaan lahan, degradasi hutan, dan longsor menciptakan sumbatan alami di alur sungai. Saat hujan turun terus-menerus, material longsor [tanah, batu, dan batang pohon] menumpuk, lalu jebol secara tiba-tiba.

Fenomena ini melahirkan banjir lumpur bandang, seperti yang terjadi pada Desember 1996, Desember 2006, dan November 2025. Air berubah menjadi kekuatan destruktif yang menyapu apa saja di hadapannya. Daerah yang dulu aman kini ikut terendam.

BACA JUGA...  Asa di Balik Tanda Tangan, Menembus Sunyi Lesten–Pulau Tiga

PEMBANGUNAN YANG MENUTUP MATA PADA ALAM

SELAMA ini, pembangunan di Aceh Tamiang kerap dipisahkan dari konteks ekologis. Pertumbuhan ekonomi dijadikan mantra, sementara dampak lingkungan dianggap urusan nanti.

Terminologi “pembangunan berkelanjutan” sering berhenti sebagai slogan. “Ah, itu hanya teori,” begitu Amin menirukan ucapan para pelaksana proyek.

Kalimat itu menjadi justifikasi untuk mengabaikan keseimbangan alam. Sungai menyempit, sempadan dilanggar, dan hutan terus ditekan.

BACA JUGA...  Ketika Pemuda Tak Lagi Menunggu, Tapi Bergerak Membangun

SOLUSI YANG PERNAH ADA, KINI TERLUPAKAN

DALAM dokumen TUPOKSI dan RENSTRA, setidaknya lima program strategis pernah dirancang; pembangunan PLTA/PLTM, pemanfaatan Rawa Paya Perang sebagai embung air baku, pembangunan kanal timur dan barat, jaringan air bersih PDAM berbasis hidrologi, serta pengembangan wisata bahari di wilayah hilir.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Aceh Barat Raih Rekor MURI di Malam Penutupan HUT 438

Senin, 12 Okt 2026 - 19:50 WIB

PEMERINTAHAN

Musriadi Aswad: Pentingnya Sekolah Bebas Bullying 

Senin, 12 Okt 2026 - 18:49 WIB

POLITIK

Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Senin, 12 Okt 2026 - 18:18 WIB