Menurutnya, sejak 26 November 2025, Gubernur telah mengunjungi hampir seluruh kabupaten/kota yang terdampak, termasuk wilayah yang sempat terisolasi.
“Beliau selalu hadir bersama masyarakat di lokasi bencana. Kami mendampingi beliau selama hampir empat bulan menyusuri berbagai pelosok yang terdampak dan terisolasi,” kata Faisal.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menjelaskan bahwa dukungan sekitar Rp2,5 triliun dari Kementerian Pertanian merupakan akumulasi berbagai program pemulihan sektor pertanian dan perkebunan.
Menurut Nurlis, alokasi tersebut bukan merupakan transfer dana ke kas Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota, melainkan anggaran yang berada pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan dilaksanakan melalui satuan kerja Kementerian Pertanian maupun pemerintah daerah sesuai ketentuan pengelolaan keuangan negara.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, luas sawah terdampak bencana mencapai 57.485 hektare. Hingga awal Agustus 2026, program optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah telah berjalan di lahan seluas 40.852 hektare, dengan realisasi anggaran mencapai 47,8 persen dari pagu Rp515 miliar. (**)




