“Perlu dipahami bahwa mekanisme penganggarannya dilaksanakan melalui beberapa satuan kerja Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah sesuai ketentuan pengelolaan keuangan negara,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut tidak seluruhnya berbentuk transfer dana ke kas Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota. Sebagian besar diwujudkan dalam bentuk program, bantuan alat dan mesin pertanian, benih, serta berbagai kegiatan pemulihan yang langsung diterima oleh petani.
Faisal berharap mekanisme penyaluran anggaran tersebut dapat dijelaskan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
“Apabila berbicara mengenai transfer anggaran, tentu perlu dijelaskan secara transparan bagaimana mekanisme penyalurannya. Dengan begitu masyarakat dapat memahami kondisi yang sebenarnya dan tidak terjadi salah persepsi,” ujarnya.
Ia juga berharap dilakukan pengecekan kembali terhadap data dan laporan yang disampaikan sehingga informasi yang diterima publik sesuai dengan mekanisme pelaksanaan program di lapangan.
Selain menjelaskan mekanisme bantuan, Faisal menegaskan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sejak awal bencana hidrometeorologi telah aktif turun langsung ke daerah-daerah terdampak.




