Menurut Mukhtaruddin, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, setiap insan pers perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai tugas jurnalistik, kode etik, verifikasi informasi, serta prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
“Tujuannya memberikan pembekalan dan meningkatkan sumber daya insan pers agar bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik sehingga mendapat kepercayaan di hati publik, terutama dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Mukhtaruddin menambahkan, pelaksanaan UKW perdana yang digagas SPS Aceh tersebut bertepatan dengan momentum semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia berharap Pemerintah Aceh memberikan perhatian lebih terhadap insan pers, terutama dalam mendukung wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik terkait berbagai persoalan pembangunan dan kekhususan Aceh.
Ketua Panitia UKW Mandiri SPS Aceh gelombang pertama, Sudirman, mengatakan sebanyak 29 wartawan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas enam peserta jenjang Utama, lima peserta jenjang Madya, dan 18 peserta jenjang Muda.
“Peserta berasal dari berbagai penjuru Aceh dan selama ini bertugas di wilayah masing-masing. Bahkan, ada peserta yang datang dalam kondisi kurang sehat. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk mengikuti uji kompetensi wartawan ini,” kata Sudirman yang juga CEO Pos Aceh.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















