Sospolma BEM FISIP USK Pertanyakan Langkah Strategis Rektorat Menangani UKT Mahasiswa Pascabencana

Kepala Departemen Sosial dan Politik Mahasiswa BEM FISIP USK Ammar Malik Nabil.

BANDA ACEH | MA Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (BEM FISIP USK) melalui Departemen Sosial dan Politik Mahasiswa (Sospolma) menilai belum adanya langkah strategis yang konkret dari Rektorat USK dalam merespons persoalan mahasiswa terdampak bencana alam di Aceh, khususnya terkait kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

BACA JUGA...  Mahasiswa Bahas Penegakan Syariat Islam di Aceh

Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak serius pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga mahasiswa kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya lahan pertanian dan perkebunan, gagal panen, serta terhentinya aktivitas ekonomi. Kondisi ini semakin menekan mahasiswa USK yang mayoritas berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

Di tengah krisis pascabencana, kewajiban pembayaran UKT tetap berjalan tanpa adanya kebijakan afirmatif yang jelas. Penurunan kemampuan ekonomi keluarga, meningkatnya biaya hidup, serta kebutuhan akademik memaksa sebagian mahasiswa bekerja sambil kuliah, menunda studi, bahkan berada dalam ancaman putus kuliah.

BACA JUGA...  Warga Terdampak Bencana Kembali Dihantui Banjir Susulan di Aceh Timur 

Ketidakjelasan bantuan biaya hidup dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia bagi mahasiswa USK turut memperburuk situasi. Hingga saat ini, belum terdapat kejelasan mengenai penyaluran, mekanisme, maupun kriteria penerima bantuan tersebut. Padahal, bantuan ini semestinya menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjamin keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak bencana. Mahasiswa tingkat akhir menjadi kelompok yang paling dirugikan.