Sospolma BEM FISIP USK Pertanyakan Langkah Strategis Rektorat Menangani UKT Mahasiswa Pascabencana

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Departemen Sosial dan Politik Mahasiswa BEM FISIP USK Ammar Malik Nabil.

Kepala Departemen Sosial dan Politik Mahasiswa BEM FISIP USK Ammar Malik Nabil.

BANDA ACEH | MA Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (BEM FISIP USK) melalui Departemen Sosial dan Politik Mahasiswa (Sospolma) menilai belum adanya langkah strategis yang konkret dari Rektorat USK dalam merespons persoalan mahasiswa terdampak bencana alam di Aceh, khususnya terkait kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

BACA JUGA...  Kabid Penmad Kanwil Kemenag Aceh Kunker Ke MAN 1 Aceh Utara Plus Ketrampilan

Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh berdampak serius pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak keluarga mahasiswa kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya lahan pertanian dan perkebunan, gagal panen, serta terhentinya aktivitas ekonomi. Kondisi ini semakin menekan mahasiswa USK yang mayoritas berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

Di tengah krisis pascabencana, kewajiban pembayaran UKT tetap berjalan tanpa adanya kebijakan afirmatif yang jelas. Penurunan kemampuan ekonomi keluarga, meningkatnya biaya hidup, serta kebutuhan akademik memaksa sebagian mahasiswa bekerja sambil kuliah, menunda studi, bahkan berada dalam ancaman putus kuliah.

BACA JUGA...  GOS Takengon Dipenuhi Kepsek, Guru Relawan Pascabencana Terima Penghargaan

Ketidakjelasan bantuan biaya hidup dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia bagi mahasiswa USK turut memperburuk situasi. Hingga saat ini, belum terdapat kejelasan mengenai penyaluran, mekanisme, maupun kriteria penerima bantuan tersebut. Padahal, bantuan ini semestinya menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjamin keberlanjutan pendidikan mahasiswa terdampak bencana. Mahasiswa tingkat akhir menjadi kelompok yang paling dirugikan.

BACA JUGA...  Disdikbud Bireuen Gelar FLS2N 2024 Tingkat SMP

Berita Terkait

Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan
Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 
Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul
KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif
Densus 88 Umumkan Pemenang Lomba Video Kontra Narasi IRET di Aceh
Ribuan Warga Terpukau dengan Penampilan Pelajar di Jalan Raya 
Peringati Hari Damai Aceh, Siswa SMK Negeri 1 Lhoksukon Gelar Nuansa Keagamaan dan Sosial
Erlizar Rusli Kupas Hukum

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:50 WIB

Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dewan Kota Kasih Hadiah, Kelulusan UKW-PR Capai 82 Persen 

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Densus 88 Umumkan Pemenang Lomba Video Kontra Narasi IRET di Aceh

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:07 WIB

RAGAM BERITA

HPN 2027 di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:09 WIB

PENDIDIKAN

Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:50 WIB