oleh

Safwandi, Politisi Eks GAM yang Humanis

Calang (ADC) – Safwandi, S.Sos Mantan Pentolan Gerakan Aceh Merdeka ( GAM ) Daerah III Wilayah Meureuhom Daya yang saat ini anggota DPRK Aceh Jaya Fr aksi Partai Aceh menjabat Ketua Komisi C dikenal sebagai sosok politisi humoris dan humanis.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan non formal di Ponpes Darun Nidham Tanoh Anou 1997 – 2001 itu menamatkan Sekolah Dasar di SDN Panga Pasie pada tahun 1994, melanjutkan sekolah menengah pertama di SLTPN 2 Teunom tamat pada tahun 1997, dan masuk di SMA Negri 1 Teunom tamat pada tahun 2000.

Pasca menyelesaikan pendidikan menengah atas, Wandi tidak melanjutkan kuliah, ia bahkan memilih untuk bergabung dengan pasukan Gerakan Aceh Merdeka pada tahun 2001 mengikuti jejak ayahnya yang lebih duluan berada ditampuk pimpinan GAM Daerah III Wilayah Meureuhom Daya.

Sejak bergabung ditubuh GAM Wandi bergeilya keluar masuk hutan dimana saat itu dirinya masuk sebagai buronan paling dicari oleh aparat keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perjalanannya di GAM mendidik dirinya untuk memiliki komitmen dan pendirian yang kuat dimana pada saat – saat genting ketika darurat militer diterapkan oleh pemerintah pusat di Aceh banyak rekan – rekan seperjuangannya yang memilih untuk menyerahkan diri kepangkuan ibu pertiwi. Namun sosok Safwandi tetap bertahan untuk bergerilya dihutan belantara sampai Kesepakatan Damai antara GAM dan NKRI tercapai pada 15 Agustus 2005.

Pasca Damai pria bertubuh mungil yang pernah mengemban jabatan Wakil Comando Kompi Tentara GAM Panga itu kembali menjadi masyarakat biasa serta aktif di tubuh organisasi mantan GAM yaitu Komite Peralihan Aceh ( KPA ) dan dipercayakan sebagai Wakil Ketua KPA Sagoe Panga sejak KPA terbentuk pada tahun 2006 sampai 2012.

Karirnya di KPA mendapat apresiasi dari sesama mantan GAM sehingga pada tahun 2012 Safwandi dipercayakan sebagai Ketua KPA Panga sampai akhir tahun 2014. Di pemilu legislatif Aceh Jaya 2014 Safwandi mencoba keberuntungan serta dorongan dari masyarakat dirinya terjun kedunia politik maju mencalonkan diri sebagai anggota DPRK Aceh Jaya lewat Partai Aceh.

Safwandi pun terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Jaya dengan perolehan suara nomor dua terbanyak setelah Musliadi Z ( Pang Musri ) dengan jumlah suara mencapai 1.700 suara.

Perjalanan karir dan politik sebagai wakil rakyat periode 2014 – 2019 yang di emban Safwandi terbilang cukup berat, apalagi selain harus bertanggung jawab secara moralitas terhadap konstituen dan masyarakat Aceh Jaya dirinya juga memikul beban tanggungjawab sebagai Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya yang membidangi pembangunan yang dilekatkan pada dirinya.

“DPR itu ada 3 tupoksi dasar, penganggaran, legislasi, dan controling atau pengawasan itu adalah tanggungjawab kita baik secara pertanggungjawaban terhadap peraturan dan perundangan – undangan yang berlaku, selain itu tugas berat kita adalah pertanggung jawaban secara moralitas kepada rakyat karena kita disini adalah sabagai wakil rakyat”, papar Safwandi 29 November kepada media ini disalah satu Warkop di Calang kepada penulis media ini.

Dalam rangka menyonsong kesuksesan dan mengikuti proses tahapan Pesta Demokrasi Aceh Jaya tahun 2019, DPW Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Jaya kembali melakukan penjaringan bakal caleg DPRK Aceh Jaya 2019 – 2024. Nama Safwandi pun kembali masuk sebagai bakal caleg terkuat mewakili Dapil III setelah proses pemilihan ditingkat Sagoe / Kecamatan Panga yang dilaksanakan di Bale Kanduri Blang Gampong Tuwie Kareung Kecamatan Panga pada Hari Sabtu 18 November 2017.

Pada proses pemilihan yang melibatkan geuchik gampong, tokoh pemuda, Tuha Peut, tokoh perempuan, tokoh agama dan Dewan Pimpinan Gampong ( DPG ) dari 20 gampong Se-Kecamatan Panga. Safwandi unggul dengan perolehan 163 suara, disusul pesaingnya Sukri 98 suara, Muhammadiah 29 suara, dan M. Adan Husen 15 suara, dan 6 suara dinyatakan rusak.

Suami dari Desi Mualizar, berterima kasih pada semua masyarakat Kecamatan Panga, tokoh masyarakat, seluruh mantan GAM Sagoe Panga dan pihak lainnya yang mempercayai kembali dirinya sebagai bakal caleg dari PA Dapil III Kecamatan Panga.

Atas kepercayaan masyarakat, ayah dua anak ini menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah. “Amanah masyarakat itu sangat mahal harganya, tentunya amanah ini harus siap kita perjuangkan”, ungkap ayah dari Muhammad Racha dan Syakila Alikha.

Safwandi menegaskan, ia siap mewaqafkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat dalam rangka mendorong kemajuan pembangunan Kecamatan Panga khususnya dan Kabupaten Aceh Jaya umumnya.

“Saya sangat berharap doa dan dukungan dari semua pihak. Dan saya telah bersedia mewaqafkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat”, pungkas Mahsiswa program pasca sarjana Unida itu. ( Nasri )

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

BACA JUGA..