Eks Komandan Pasukan Elit GAM Wakaf Tanah, Bang Wandi Hadir
KOTA JANTHO (MA)-Eks komandan pasukan elit Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Teungku Dhiaudin atau akrab dengan sebutan Udin Gajah Keng, secara resmi mewakafkan tanah dan bangunan di atasnya kepada Herba Penawar Al-Wahida Internasional Centre (HPAIC), Kamis 31 Agustus 2023.
Informasi tersebut disampaikan anggota DPRK Aceh Besar, Ustaz Azwar Muhammad, LC,. MA, Sabtu, 02 September 2023.
“Sebelum mewakafkan kepada yayasan Haji Ismail dari Malaysia, beliau terlebih dahulu berkonsultasi dengan saya untuk mencari penerima wakaf yang layak,” kisah anggota dewan dari Partai Gerindra ini.
Ustaz Azwar Muhammad menyebutkan, tanah wakaf dari Wakif Teungku Dhiaudin Gajah Keng seluas 11.000 M2 ditambah wakaf tanah sawah yang akan mendukung Pesantren seluas 10.000 M2 total luas wakaf 22.000 M2 (2,1 HA).
“Di atas tanah juga terdapat bangunan yang sangat luas,” ujarnya.
Selanjutnya, untuk meningkatkan kemampuan para santri dalam berkomunikasi dengan masyarakat dunia, pesantren akan mengajar para santriĀ beberapa bahasa asing.
“Nanti para santri di pesantren HPAIC Lembah Seulawah Aceh Besar akan diajarkan tiga bahasa; bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahasa Mandarin,” ungkapnya.
Pesantren berbasis tahfidz dan pertanian tersebut akan memadukan kemampuan santri dalam menimba ilmu agama dengan pengembangan pertanian khususnya penelitian tumbuhan coklat menjadi andalan perkebunan di Lembah Seulawah. Pesantren seperti ini diketahui baru pertama hadir di Aceh.
“Nanti di lahan wakaf tersebut juga akan dibangun pabrik pengolah coklat,” ujar putra Blang Bintang ini.
Hadirnya pesantren pertanian Herba Penawar Al-Wahida Internasional Centre (HPAIC) Lembah Seulawah Aceh Besar dan Pusat Pelatihan dan Penelitian Pertanian didukung penuh oleh yayasan Haji Ismail dari Malaysia merupakan Owner Herba Penawar Al-Wahida Internasional (HPAI) Malaysia ini diresmikan oleh Sekda Aceh Besar, Sulaimi, Kamis 31 Agustus 2023. Pesantren ini diharapkan menjadi pusat penelitian tumbuhan coklat mulai dari tanam hingga pemanfaatan olahan coklat menjadi makanan.
“Selain itu, pengelola pesantren akan menggratiskan segala biaya,” ujar Ustaz Azwar.
Sekda Aceh Besar, Sulaimi mengatakan bahwa pemerintah Aceh Besar sangat mendukung hadirnya Pesantren atau dayah HPAIC di Lembah Seulawah dengan harapan lahirnya petani handal serta tercetak Sumber Daya Manusia (SDM) handal dibidang pertanian dan melahirkan pendakwah handal sebagai motivator pertanian.
Dia juga menyebutkan terimakasih kepada Tuan Haji Ismail dari HPAI Malaysia atas dukungannya hadir pesantren HPAIC Aceh di Lembah Seulawah dan juga terimakasih kepada Wakif telah newakafkan tanah untuk pendidikan anak bangsa, sebut Sulaimi.
Dalam acara peresmian tersebut turut hadir mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf atau akrab disapa Bang Wandi. Selain dia, terlihat juga anggota DPRA dari PA, Saifuddin Yahya alias Pak Cek dan Ketua PA Aceh Besar, Hasballah. Kemudian, rombongan HPA I dari Malaysia serta para Kepala Dinas, Anggota DPRK, Kandepag Aceh Besar, MPU Aceh Besar Tokoh Masyarakat dan Penggiat pertanian Coklat Aceh yang berlokasi di Desa Paya Kereleh Kecamatan Lembah Seulawah Aceh Besar juga ikut hadir. (MU)




