Pasca MoU Helsinky, Eks Kombatan Diajak Rawat Perdamaian

  • Bagikan

example banner

 30 total views,  1 views today

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (MA) – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Meulaboh Raya, Cut Man mengimbau kepada seluruh rakyat Aceh dan eks kombatan GAM untuk aktif menjaga keamanan dan ketertiban menjelang peringatan HUT GAM ke 44.

“Kita himbau pada Milad (HUT-red) GAM tahun ini tidak ada aksi aksi yang dapat merusak perdamaian Aceh pasca MoU Helsinky,” kata mantan Panglima GAM Meulaboh Raya, Cut Man, seperti dikutip mediaaceh.co.id, dari rilis yang diterima, Selasa, 17 November 2020.

Cut Man, yang mantan anggota DPRK Nagan Raya ini, menyinggung kebiasaan para eks kombatan menjelang hari peringatan Milad GAM di Aceh selalu dilaksanakan kanduri syukuran dan doa bersama untuk mendoakan para syuhada korban konflik Aceh.

“Kalau kenduri untuk mensyukuri perdamaian Aceh itu bagus, apalagi ikut menyantuni anak yatim korban konflik,” sebut putra Nagan ini.

Untuk itu, Cut Man berharap, acara milad tahun ini tidak ada kegiatan yang dapat merusak semangat perdamaian dengan aksi-aksi provokatif yang dapat mengurangi semangat perdamaian dalam bingkai NKRI sebagaimana amanat MoU Helsinky.

“Pasca MoU Helsinky, kita wajib merawat perdamaian Aceh, mari kita jaga agar terus abadi dalam bingkai NKRI,” ujar Cut Man.

Dirinya juga mengharapkan kepada seluruh mantan kombatan agar terus menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan Aceh dan kesejahteraan rakyat Aceh.

“Mari kita sumbang pikiran dan tenaga untuk kemajuan Aceh, ayo bekerja dan berusaha secara layak dan normal sebagaimana masyarakat umum lainnya,” demikian Cut Man mengajak.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *