BANNER IKLAN

Siapa Yang Order Handuk Melalui BRA Untuk Korban Konflik dan Eks Kombatan GAM

  • Bagikan
Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus Syakya Meirizal

example banner

 53 total views,  1 views today

example banner

Banda Aceh (MA) – Publik Aceh kembali dikejutkan dan dihebohkan dengan beredarnya informasi rencana adanya mata anggaran untuk mengorder pengadaan puluhan ribu handuk oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) tercantum dalam Dokumen Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBA Tahun Anggaran 2021.

Dapat dilihat dalam dokumen belanja bantuan sosial (Bansos) barang yang akan direncanakan diperuntukkan secara personal/individu tersebut, jelas sekali tertera jelas nama nama calon penerima manfaat dengan adanya alamat (May Name Bay Addres) serta keseluruhan jumlah yang bakal diterima semuanya dalam bentuk jenis barang pakaian berupa “Handuk Mandi”, berjumlah 280 hingga 350 lembar per individu.

Sedangkan untuk spesifikasi ukuran harga per 1 lembar sebesar 100 ribu, dengan total anggaran setiap individu, sangat bervariasi mulai dari 27 juta hingga 35 juta.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh Syakya Meirizal yang mempertanyakan rencana Bandan Reintegrasi Aceh (BRA) yang fokus secara khusus menangani masyarakat Aceh dan para eks sayab militer GAM (eks Kombatan GAM/TNA ) pasca Aceh Damai. Dengan telah menganggarkan puluhan ribu Handuk akan dibagikan untuk eks kombatan dan korban konflik Aceh.

“Kepada saudara kami rakyat Aceh dari kalangan eks kombatan GAM dan masyarakat Aceh korban konflik bersenjata. Dibawah tabel berikut ini kami tampilkan data data para calon penerima Bantuan Sosial yang akan direncanakan akan dibagikan secara personal/individu oleh BRA,”sebutnya.

Dirinya menambahkan, ada puluhan ribu lembar handuk yang akan diadakan pengadaan oleh BRA untuk disalurkan kepada masyarakat korban konflik dan eks kombatan GAM. Soal kepatutan dan kelayakan calon penerima, silakan di cros cek sendiri dengan di amati relevan apa tidak rasional.

Lanjutnya, yang menjadi pertanyaannya, apakah masyarakat korban konflik Aceh dan para eks kombatan GAM apa benar membutuhkan bantuan pakaian mandi Handuk tersebut?

Dan Benarkah Bansos dari BRA T/A 2021 ini sudah memenuhi aspek pemerataan dan rasa keadilan bagi setiap kalangan eks kombatan dan korban konflik di setiap daerah Kabupaten/Kota di Aceh?

Namun, Tambahnya, jika program ini tidak mampu menjawab persoalan substansial sebagai aspirasi bagi kalangan eks kombatan GAM dan masyarakat korban konflik Aceh, lalu publik patut curiga siapa yang bermain dengan order puluhan ribu pakaian handuk tersebut?, serta siapa mencari kepentingan terhadap program Handuk ini yang telah dianggarkan dalam kue APBA 2021 ditempatkan pada Pos Anggaran BRA.

Jika hanya sekedar untuk menghambur-hamburkan uang, lebih baik takziah untuk korban perang di Aceh, untuk kepentingan oknum-oknum tertentu, maka Gubernur Aceh Nova, Sekda Taqwa dan Ketua BRA tentu wajib untuk mempertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Aceh,” demikian tulis Syakya Meirizal di laman facebooknya pada Selasa, (23-Maret 2021).

Sementara itu Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Sayed Fakhrurrazi hingga berita ini diturunkan belum membalas konfirmasi yang dikirimkan oleh beberapa media lokal Aceh, melalui pesan Whatsapp meskipun contreng dua dan terlihat online. (Iqbal).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *