Sejarah Perjuangan GAM dan Instruksi Mualem untuk Peringatan Milad GAM 4 Desember 2024

Kebijakan ini membawa kekerasan yang lebih besar, melibatkan puluhan batalion pasukan elit untuk menumpas GAM.

Korban dari kalangan militer, anggota GAM, dan warga sipil berjatuhan. Estimasi korban jiwa selama operasi DOM mencapai 2.000 hingga 10.000 orang.

Eskalasi konflik ini juga menyebabkan trauma berkepanjangan bagi masyarakat Aceh, terutama karena banyaknya pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan selama operasi militer berlangsung.

BACA JUGA...  SAPA Resmi Laporkan KIP Aceh Ke DKPP

Masa Reformasi dan Perlawanan Gelombang Ketiga

Pasca kejatuhan Soeharto pada 1998, Presiden BJ Habibie menarik pasukan militer dari Aceh. Situasi ini memberikan ruang bagi GAM untuk mengonsolidasi kekuatannya kembali.

Pada akhir 1999, GAM melancarkan perlawanan gelombang ketiga dengan menyasar pejabat pemerintah dan penduduk pendatang.

Konflik kembali memanas ketika Presiden Megawati Soekarnoputri mengirim lebih banyak pasukan ke Aceh.

BACA JUGA...  Bangun Sinergitas Informasi, Kodim 0117 Aceh Tamiang Gandeng Wartawan

Operasi militer skala besar kembali dilakukan, yang berdampak pada meningkatnya jumlah korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Namun, situasi berubah drastis setelah bencana tsunami besar pada 26 Desember 2004.

Bencana ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur Aceh, tetapi juga melemahkan kekuatan GAM secara signifikan.