BANDA ACEH (MA) — Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf atau Mualem, kembali mengingatkan masyarakat Aceh tentang pentingnya mengenang perjuangan di masa lalu.
Dalam rangka memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada Rabu, 4 Desember 2024, Mualem menginstruksikan seluruh eks kombatan GAM untuk melaksanakan doa bersama, menyantuni anak yatim, serta berziarah ke makam para pejuang.
Menurut juru bicara KPA, Azhari, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat Aceh tidak melupakan sejarah, yang hingga kini masih membekas di benak rakyat Aceh bahkan dunia internasional.
“4 Desember adalah sejarah besar yang tidak boleh dilupakan. Ini adalah bagian dari identitas Aceh yang harus dikenang melalui doa, zikir, dan ziarah,” ujar Azhari seperti dilansir dari Antara pada Selasa, 3 Desember 2024.
GAM dan Lahirnya Perlawanan Aceh Merdeka
Tepat 41 tahun yang lalu, pada 4 Desember 1976, GAM resmi dideklarasikan oleh Hasan Muhammad di Tiro di Perbukitan Halimon, Pidie.
Deklarasi tersebut menjadi awal mula perjuangan bersenjata untuk memisahkan Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hasan Tiro, yang menobatkan dirinya sebagai Wali Nanggroe (kepala negara), menuding pemerintah pusat telah mengeksploitasi kekayaan alam Aceh tanpa memberikan kesejahteraan yang adil bagi rakyat Aceh.




