Seiring Optimalisasi Layanan SDIDTK, Angka Stunting di Aceh Utara Turun 

Plt. Dinkes Aceh Utara Jalaluddin, SKM.,M.Kes.

Tidak kalah penting adalah peran orang tua, terutama ibu, dalam membawa anak-anaknya ke Posyandu secara rutin. Jalaluddin mengimbau agar masyarakat tidak menunggu anak sakit dulu untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. “Pemeriksaan SDIDTK itu bersifat pencegahan. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya.

Dinas Kesehatan juga terus menggalakkan sosialisasi melalui media lokal dan kegiatan penyuluhan langsung ke desa-desa. Mereka menargetkan tidak hanya menurunkan angka stunting, tapi juga meningkatkan kualitas hidup anak secara menyeluruh.

BACA JUGA...  Walikota Ajak RAPI Turut Andil Dongkrak Pariwisata dan Penegakan Syariat Islam

“Anak yang sehat, cerdas, dan tumbuh optimal adalah investasi masa depan. Dengan layanan SDIDTK yang maksimal, kami optimis stunting bisa ditekan, dan generasi Aceh Utara bisa bangkit lebih baik,” tutup Jalaluddin.

Data diperoleh dari berbagai sumber, angka stunting dari 1.966 kasus (4,8 persen) pada tahun sebelumnya menjadi 1.562 kasus (3,7 persen) pada periode Januari–Mei 2025. Penurunan ini dicapai melalui dua strategi utama yaitu intervensi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Salah satu upaya efektif adalah pemeriksaan kehamilan secara rutin, penyediaan USG di seluruh Puskesmas, serta pemantauan ketat terhadap ibu hamil agar tidak mengalami kekurangan energi kronis yang berdampak pada bayi.