Revitalisasi Rp192 Miliar Di Bawah Sorotan

Meski berbagai temuan tersebut masih memerlukan verifikasi teknis yang objektif, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan proyek menjadi isu yang sama pentingnya dengan kualitas bangunan itu sendiri.

Sebab dalam proyek konstruksi yang menggunakan dana negara, kualitas hasil pekerjaan sangat bergantung pada efektif atau tidaknya sistem pengawasan yang berjalan.

BACA JUGA...  Terkait Pembabatan TNGL, Bupati Armia: Gagal Upaya Preventif Lakukan Tindakan Hukum

KETIKA KEPALA SEKOLAH BUKAN TENAGA TEKNIS

SALAH satu tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah adalah keterbatasan kemampuan teknis sebagian kepala sekolah dalam memahami pekerjaan konstruksi.

Ismail mengakui kondisi tersebut.

Menurutnya, tidak semua kepala sekolah memiliki latar belakang atau kompetensi teknis yang memadai untuk mengawasi pembangunan gedung secara detail.

Karena itu, pemerintah pusat telah memberikan pembekalan kepada kepala sekolah dan unsur dinas pendidikan melalui pelatihan yang berlangsung selama dua minggu di Medan dan Banda Aceh.

BACA JUGA...  Ketika Pengawasan Dipersempit, Dugaan Fee Sekolah Mengemuka

Dari kegiatan tersebut kemudian dibentuk tim teknis yang terdiri atas konsultan perencana, konsultan pelaksana, dan konsultan pengawas untuk mendampingi sekolah selama proses pembangunan berlangsung.

Keberadaan tim teknis tersebut diharapkan mampu menjembatani keterbatasan kemampuan teknis kepala sekolah sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai gambar perencanaan, spesifikasi, serta standar mutu konstruksi yang ditetapkan.