Refleksi 14 tahun perdamaian Aceh, Antara Pembangunan dan kesejahteraan : HMI Buka Diskusi Publik

Lhokseumawe (MA) – Himpunan mahasiswa Islam cabang Lhokseumawe-Aceh Utara menyelenggarakan diskusi publik terkait dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh pasca 14 tahun Perdamaian, Rabu, 27/11/2019 di Aula Sekda Kota Lhokseumawe.

Diskusi publik kali ini memadukan pemateri dari berbagai latar belakang Tgk Khaidir Abdurrahman, SIP.MA (tokoh politik), yang juga merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019.

Tokoh akademisi, salah satu Guru besar fakultas ekonomi Unimal, yang juga mantan Rektor Universitas Malikussaleh Prof. Apridar SE.M.SI, yang di wakili oleh mantan Ketua LPPM Unimal Yulius Dharma.

Tokoh militer Letkol. Inf. Agung Sukoco S.H selaku Dandim 0103 Aceh Utara. dan Tokoh Pemerintahan Yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, H. Yusuf Muhammad.

BACA JUGA...  Abiya Jeunib Sangat Mendukung Program Pemkab Aceh Utara, Ayah Wa: Tegur Kalau Saya Salah

menariknya selain perpaduan pemateri lintas latar belakang, ada juga perpaduan peserta, yakni dari Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Mahasiswa lintas jurusan di seputaran kampus Lhokseumawe – Aceh Utara.

M. Atar selaku ketua Himpunan mahasiswa Islam dalam sambutannya mengatakan, setelah lamanya sudah berjalan proses penandatanganan MoU sebagai bukti otentik bahwasanya Aceh sudah melakukan perdamaian.

seiring berjalannya waktu, akibat dari proses Perdamaian tersebut kita bisa melihat secara langsung Perubahan yang signifikan terjadi di Aceh seperti halnya Pembangunan yang kian terbangun demi terwujud kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA...  Dalam Sepekan, Dandim Yakin 46 Unit RTLH Yang Belum Siap akanTuntas

Akan tetapi pada saat ini, gandang MoU itu terus kita dengungkan kembali agar pemimpin kita bisa memperhatikan dan mempercantik cita-cita perdamaian.

Atar menambahkan, saat ini seiring bertambahnya pembangunan di Aceh, kami melihat kesejahteraan masyarakat tampaknya masih sedikit terwujud, oleh karena diskusi publik kali ini Harus menghasilkan satu konsep atau gagasan upaya untuk menciptakan kesejahteraan itu melalui cita-cita perdamaian.

Wakil Walikota Lhokseumawe, dalam hal ini diwakili oleh Mahrat Syah dalam paparan materinya mengatakan, 14 tahun damai di Aceh Lhokseumawe menjadi kawasan yang memiliki keamanan yang kondusif dan terus meninggkatkan keamanan di lingkungan pemkot Lhokseumawe.

BACA JUGA...  Kata Wabup, Jembatan Krueng Tamiang Perlancar Akses Jalan Negara dan Logistik

Lanjutnya, dari segi ekonomi memang saat ini terus kita lakukan pembenahan demi terwujudnya keseimbangan antara nilai perekonomian nasional.

Sementara itu, Yulius Darma dari akademisi juga menilai, Indikator Kesejahteraan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi yakni, harus terwujudnya masyarakat yang mengkonsumsi barang pokok, kemudian barang tambahan juga harus terpenuhi dan barang berharga juga harus terpenuhi pada setiap individu masyarakat.

“Jika tiga indikator tersebut terpenuhi dalam masyarakat, maka terwujud kesejahteraan yang di cita-citakan oleh perdamaian Aceh,” sebutnya.(Ril).