Warga Galus Malah Terserang Corona

Senin, 20 April 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gayo Lues, Suhaidi

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gayo Lues, Suhaidi

Blangkejeren (MA)-Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah menutup perbatasan dengan Aceh Timur dan Abdya demi mencegah warganya tidak terserang virus asal Cina itu. Namun belum lama ini, seorang warga Gayo Lues berinisial NSL (41) dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19. Informasi tersebut merebak, Sabtu (18/4/2020) kemarin.

Petugas Kesehatan di Gayo Lues bersama pemerintah daerah dan stakeholder bergerak menjemput anggota keluarganya yang lain untuk dikarantina.Semua anggota keluarga NSL, mulai dari anak, istri, hingga mertuanya dikarantina.

Sementara petugas puskesmas tempat NSL memeriksakan diri, dua dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Ali Kasim Gayo Lues, serta sejumlah warga yang sempat berinteraksi atau kontak langsung dengan pasien, diisolasi dan dilakukan rapid test.

Padahal, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, telah menerbitkan surat edaran tentang penutupan perbatasan Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Barat Daya dan Gayo Lues dengan Aceh Timur demi mencegah Covid-19. Keputusan itu diterbitkan, Senin (30/03/2020). Surat edaran tersebut bernomor 755/192/2020 sifat segera.

BACA JUGA...  Pj Bupati Bener Meriah Minta Eksportir Urus SKA Kopi dan Bantu Masyarakat Gayo

Dalam poin pertama, dengan telah diterbitkannya keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/969/2002 tanggal 20 Maret 2020 tentang penetapan status tanggap darurat skala provinsi untuk penanganan corona virus disease 2019, bahwa penyebaran corona virus disease 2019 (COV1D-19) di Indonesia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu, menimbulkan korban jiwa dan kerugian material yang lehih besar dan telah berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Poin kedua disebutkan, berkenaan dengan hal tersebut di atas guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Gayo Lues, maka Pemerintah Kabupaten Gayo Lues akan melakukan penutupan beberapa akses jalan darat masuk dan keluar dari Kabupaten Gayo Lues sementara waktu, yaitu perbatasan Aceh Timur (melalui Kecamatan Pining) dan perhatasan Aceh Barat Daya (melalui Kecamatan Terangun). Kecuali untuk kendaraan roda empat (truk) yang membawa barang-barang kebutuhan pokok atau penting lainnya yang hanya boleh terdiri dari I (satu) orang sopir dan I (satu) orang penumpang.

BACA JUGA...  Peran OJK Sangat Menentukan Dalam Kasus BPRS Gayo

Penutupan ini mulai berlaku sejak tanggal 2 April 2020 sampai dengan tanggal 30 Mei 2020, dapat diperpanjang waktunya apabila terjadi kondisi yang semakin tidak kondusif (kondisional). Langkah penutupan ini merupakan salah satu upaya dalam menungani dampak penyebaran guna menjaga kesehatan dan melindungi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues.

Penutupan perbatasan dan titik-titik masuk di Kabupaten Gayo Lues mulai diberlakukan pada hari Kamis 02 Maret 2020 hingga ke depan belum ditetapkan waktunya.

Hal tersebut disebutkan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gayo Lues, Suhaidi saat koferensi pers pada hari Senin 30 Maret 2020 di media center posko Covid-19 Bale Musara.

BACA JUGA...  Lama di Kamar 206, Dua Oknum Polisi Dipolisikan Seorang Polisi

Sejumlah perbatasan yang ditutup sementara tersebut, yakni perbatasan Gayo Lues dengan dengan Kabupaten Aceh Timur dan perbatasan Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Barat Daya. Tidak dengan Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Tengah.

“Kedua perbatasan ini ditutup bertujuan untuk mencegah virus corona dan biar lebih fokus kita melakukan pemeriksaan di dua jalur saja yaitu Aceh Tengah dan jalur Aceh Tenggara, juga salah satu pertimbangan jalur ini memang jalur yang tidak begitu padat artinya kalau memang masyarakat kita yang ada di pesisir barat selatan mereka masih bisa menggunakan jalur Aceh Tengah untuk masuk ke Gayo Lues atau jalur Aceh Tenggara”, jelasnya. (DODY/MU)

Berita Terkait

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung
Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan
Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih
Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya, Dua Pelajar Meninggal Dunia 
Lagi-lagi Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar 
Warga di Aceh Selatan Tolak Tambang, Keuchik Alizar: Kami Berpihak Kepada Masyarakat 
Terkait Dugaan Penganiayaan Mantan Kadus Paya Dua, Ini Faktanya
Gusmawi Mustafa: Jika Ada Pemotongan Bantuan Mustahik, Harus Diproses Sesuai Aturan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Satu Dapur SPPG di Aceh Selatan Dihentikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Klaim Lahan Militer Vs Warga Tangerang, Pengamat Kebijakan Publik: Jangan Ada yang Merasa Paling Merah Putih

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya, Dua Pelajar Meninggal Dunia 

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Lagi-lagi Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar 

Berita Terbaru

Teuku Alamsyah sedang membubuhkan tanda tangan dalam berita acara setelah dilantik oleh Bupati Asel HMW di Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

M. Najur dan Teuku Alamsyah Dilantik 

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:18 WIB

dr. Emil Fathoni specialis intervensi yang juga specialis jantung dan pembuluh darah sedang menangani langsung operasi kateterisasi jantung di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Jumat, (14/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/ istimewa).

KESEHATAN

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:07 WIB

NEWS FEATURE

Enam Bulan Memulihkan Rantau Setelah Banjir

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:06 WIB