Reevaluasi organisasi buruh bisa dilakukan dengan meninggalkan cara-cara lama yang sudah tidak lagi relevan pada era milineal dengan mengubah atau sama sekali mengganti cara lama itu dengan cara atau model yang baru. Bila perlu menciptakan formula yang baru, misalnya untuk melakukan rekruitmen, konsolidasi hingga promosi atau kampanye dengan memaksimalkan media sosial. Sehingga sangat mungkin pada setiap jenjang organisasi dari daerah hingga pusat dijembatani oleh media sosial yang dikelola secara maksimal dan terorganisir dengan baik.
Untuk itu pasti diperlukan pelatihan dan pendidikan yang tidak lagi dilakukan dengan cara lama yang konvensional model dan gayanya. Boleh jadi tampilan aktivis buruh pun tidak lagi boleh kumuh. Strategi maupun teknik rekruitmen pun bisa saja tak lagi perlu dengan tampilan serius. Namun tujuan pokok dari rekruitmen itu sendiri bisa lebih mengena serta mencapai target penambahan anggota dan penguatan organisasi. (***)
Jakarta, 1 Maret 2020




