Jika pun ada pelatihan san pendifijan yang dilaksanakan oleh organisasi, tingkat keseriusannya sudah semakin melemah.
Boleh jadi melemahnya hasrat melaksanakan dan mengikuti pendidikan serta pekatihan mengenai seluk beluk pernuruhan ini sebabnya yang utama adalah karena idealisme untuk memperjuangkan perbaikan kondisi buruh di Indonesia tidak mampu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun bangsa.
Kaum buruh sebagai soko guru bangsa belum bisa dipahami semacam pekerjaan yang mulia demi dan untuk kemaslahatan orang banyak. Setidaknys dari 270 juta rakyat Indonesia 142 juta adalah kaum buruh yang bekerja diberbagai sektor pekerjaan. Realitasnya, lebih dari separo saudara dekat kita masing-masing adalah buruh yang bergelantungan nasib dan hidup serta kehidupannya pada orang lain.
Atas dasar pemikiran dan kesadaran bahwa tugas utama dari keberadaan organisasi buruh untuk memperjuangkan kebebasan buruh guna mempunyai posisi setara dengan otiritas dari para pengusaha sehingga kaum buruh dapat memilki posisi berunding yang setara dengan pihak pengusaha — hingga bisa memperoleh perlakuan sebagai mitra — maka upaya untuk melakukan semacam reevaluasi dan revitalisasi organisasi buruh harus dan semakin mendesak untuk dilakukan.




