Ratusan Anggota KPA/PA Pidie Hadiri Syukuran dan Santunan Anak Yatim Memperingati HUT RI ke-80

Tgk. Usman juga mengingatkan bahwa perjanjian damai Helsinki bukan sekadar catatan sejarah, melainkan fondasi yang harus terus dipelihara. “Pengorbanan panjang dalam perjuangan GAM harus kita isi dengan kontribusi positif. Momentum ini hendaknya menjadi sarana evaluasi diri bagi KPA/PA agar lebih terbuka dan fokus pada kepentingan masyarakat Aceh,” tambahnya.

BACA JUGA...  50 Anak Yatim Menerima Santunan dari Keluarga Besar PWI Aceh

Ia menutup sambutannya dengan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. “Syukuran ini wujud kebersamaan kita. Terima kasih kepada rekan-rekan mantan kombatan dan simpatisan GAM yang hadir. Mari kita nikmati kebersamaan dalam suasana penuh rasa syukur ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris PA DPW Pidie, M. Iriawan, SE., mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah masa lalu. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Damai Aceh setiap tahun bukan untuk kepentingan politik atau konsolidasi semata, melainkan momentum evaluasi agar perdamaian tetap terjaga.

BACA JUGA...  Muda Seudang Pidie Surati DPP Partai Aceh, Ada Apa?

“Kemarin, 15 Agustus 2025, kita memperingati Hari Damai Aceh. Itu bukan untuk kepentingan politik, melainkan agar kita bisa terus menjaga kondusivitas Aceh. Perdamaian ini harus kita pelihara dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih besar kepada korban konflik di Pidie. Menurutnya, masih banyak hak-hak mereka yang belum terpenuhi, termasuk kesejahteraan mantan kombatan GAM yang seharusnya mendapat pengakuan setara dengan veteran perjuangan DI/TII.