‘Political Attitude’ KSLHA Terhadap Pilkada Aceh 2024

Deforestasi Hutan Rawa Tripa (Foto/Dok : KSLHA/mediaaceh.co.id).

“Sikap kami [KSLHA] ini harus di masukan ke dalam arah kebijakan pembangunan terhadap Hutan dan Lingkungan yang berkelanjutan, baik di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota di Aceh,” tegasnya mengakhiri.

BANDA ACEH | mediaaceh.co.id – Koalisi Selamatkan Lahan dan Hutan Aceh (KSLHA): [Aceh Wetland Foundation; Aceh Movement Society; Yayasan APEL Green Aceh; Yayasan Hutan Hujan Aceh; LSM LembaHtari; LSM Generasi Beutong Ateuh Banggalang; Gayo Rimba Bersatu; LSM Harimau Pining; LSM Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh; LSM Balee Jurong; Komunitas Aceh Mangrove Youth dan Komunitas Pemuda Pejuang Tanah Rakyat] ‘mensulurkan’ Sikap Politik (Political Attitude) terhadap hasil pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Aceh tahun 2024.

BACA JUGA...  HUT PAN ke-18 di Aceh, Karyawan RSUD Meuraxa Raih Hadiah Utama
Hutan Rawa Tripa Aceh

Penekanannya; siapapun Gubernur Terpilih Harus Berpihak kepada Kepentingan Pribumi dan Lingkungan, bukan Pemodal!.

Rabu, 27 November 2024 lalu masyarakat Aceh memilih pemimpin baru untuk Provinsi paling barat di wilayah Indonesia.

Provinsi Aceh, kaya sumber daya alamnya (SDA) dan sangat berlimpah. KSLHA akan mempengaruhi suaranya pada arah pembangunan Aceh selama lima tahun ke depan. Apalagi KSLHA sudah menyaksikan pelaksanaan debat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030 yang digelar beberapa waktu lalu.