BANNER IKLAN

Polda Aceh Didesak Ungkap Kasus Proyek Jalan Harum Sari Sampai Tuntas

  • Bagikan

example banner

 160 total views,  1 views today

example banner

“Yang penting proses penyelidikan itu dilakukan harus sampai tuntas. Pengungkapannya harus selesai sampai kepada proses pelimpahan ke Kejaksaan. Di situ yang menjadi harapan kita,” kata Alfian saat dikonfirmasi Wartawan via seluler, Rabu, 25 Mei 2021.

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (MA) – Polda Aceh didesak ungkap proyek pembangunan jalan Kampung Harum Sari sampai tuntas oleh Masyarakat Transfaransi Aceh (MaTA).

Apalagi, dikabarkan pihak Polda Aceh telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyelewengan dan indikasi korupsi proyek peningkatan jalan Kabupaten Perkebunan PPP-Harum Sari (Tahap III).

Proyek yang bersumber dari Otsus tahun anggaran 2019 dengan nilai kontrak Rp 4.311.234.000,- di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tamiang. Pelaksana proyek tersebut yakni PT. Seruway Indah Sekali dan CV As Desaign Consultant selaku Konsultan pengawas. Ada dugaan kuat telah terjadi penyimpangan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian mengatakan, pihaknya mendukung langkah pengungkapan atau pengusutan dugaan kasus korupsi proyek dengan nilai pagu Rp 4,3 miliar tersebut.

“Yang penting proses penyelidikan itu dilakukan harus sampai tuntas. Pengungkapannya harus selesai sampai kepada proses pelimpahan ke Kejaksaan. Di situ yang menjadi harapan kita,” kata Alfian saat dikonfirmasi Wartawan via seluler, Rabu, 25 Mei 2021.

Alfian menyatakan jalan tersebut kalau dilihat fakta lapangannya itu tidak mungkin dilakukan rehab kalau jalannya sudah hancur. Seharusnya jalan tersebut di perbaiki sejak awal.

“Pihaknya menduga soal kepadatan terhadap jalan tersebut sebelum dilakukan pengaspalan, tidak standar dari yang diharapkan. MaTA berharap kasus ini diselesaikan secara tuntas oleh Polda Aceh dan MaTA tidak menginginkan kasus ini, tidak ada kepastian hukum, menginggat proyek ini besumber dari dana Otsus Aceh,” ujar Alfian.

MaTA sendiri kata Alfian, akan terus mengawal terhadap kasus-kasus yang sudah dilakukan lidik oleh penyidik khususnya terhadap proyek peningkatan jalan Kabupaten Perkebunan PPP-Harum Sari (Tahap III).

“Kita percaya Polda Aceh bisa menyelesaikan (pengungkapan) kasus yang sedang dilidik tersebut. Kita berharap bisa diselesaikan secara tuntas, artinya ada kepastian hukum terhadap apa yang sedang dilidik tersebut,” tambahnya. [*]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *