PNA Berinisiatif Masukkan Nama Muhammad Nazar Sebagai Cagub Aceh Masa Jabatan 2017-2022

Kamis, 4 Februari 2021

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Miftahul Rizky

Banda Aceh (MA) – Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Irwandi–Nova Wilayah Aceh Selatan, Abdullah Kluet mengatakan, Partai Nanggroe Aceh (PNA) berinisiatif memasukkan nama Muhammad Nazar sebagai Calon Wakil Gubernur Aceh (Cawagub) sisa masa jabatan 2017-2022, Kamis (04/02/2021).

“Muhammad Nazar di nilai berpeluang mengisi Kursi Wagub Nangroe Aceh Darussalam,” kata Abdullah Kluet.

Kendatipun sebelumnya, berbagai kritikan dan reaksi masyarakat terus bermunculan terkait pengisian sisa masa jabatan wagub Aceh periode 2017-2022.

Oleh karena itu, masyarakat Aceh menaruhkan harapan pengisian jabatan wagub Aceh yang telah kosong sejak 5 November tahun lalu supaya segera di isi agar kelangsungan tatanan pemerintahan Aceh berjalan dengan lancar.

Abdullah yang juga salah seorang tokoh adat masyarakat Aceh menjelaskan, sejak kasus penangkapan terhadap gubernur Irwandi Yusuf tahun 2018 lalu, keadaan pembangunan Aceh mulai terganggu lagi.

Pemerintahan Aceh berjalan pincang, beban begitu berat, Aceh juga cukup luas, dampak konflik belum tuntas, kemiskinan sangat tinggi, bahkan keadaan sosial politik semakin tidak sehat.

Semua itu, lanjutnya bisa berpotensi merusak perdamaian, memperbanyak pelanggaran undang-undang dan merugikan pembangunan.

BACA JUGA...  Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 

Abdullah Kluet melanjutkan, seperti wajib hukumnya jabatan wagub itu segera diisi dengan figur yang berpengalaman, layak, tidak untuk magang, tidak untuk sekedar gaya dan selera insting politik pribadi.

“Kita mengharapkan Gubernur Aceh sebagai pembina politik di daerah serta partai-partai pengusung untuk segera bertindak serius melakukan pengisian sisa jabatan wagub Aceh. Selain yang saya sampaikan tadi yang memang kebutuhan rakyat, pembangunan dan kedamaian Aceh, hal itu juga merupakan kewajiban undang-undang. Jangan biasakan diri mengabaikan undang-undang dan melakukan hal-hal yang merugikan Aceh,” seru Abdullah yang pernah menjadi anggota DPRK Aceh Selatan periode 2009-2014 itu.

Terkait siapa figur dan bagaimana kriteria wagub Aceh sisa masa jabatan yang ideal, Abdullah Kluet, yang biasa disapa Dolah, menyatakan apa yang dilakukan Ketua umum PNA, Irwandi Yusuf beserta jajarannya yang memasukkan nama Muhammad Nazar, S.Ag, mantan Wagub Aceh itu, sudah tepat.

“Saya katakan tepat karena ada nama mantan wagub Muhammad Nazar yang memang layak, berpengalaman, teruji dan bahkan jasanya dalam perjuangan Aceh juga besar,” tandasnya.

“Jika saja tak ada nama bang Nazar yang sering disapa wagub senior itu, mungkin reaksi publik masih adem ayem saja dan proses pengisian jabatan wagub itu tak banyak disorot, karena nama-nama yang beredar sebelumnya memang belum pantas, tak ada daya tarik, juga belum sanggup untuk memikul beban tugas setingkat jabatan wagub Aceh, dengan sisa masa jabatan yang singkat,”katanya.

BACA JUGA...  Alaidin Abu Abas Bersama Demokrat Serahkan Bantuan Kepada Para Korban Kebakaran 

Beban Aceh yang berat, harapnya legitimasi sosial politik terhadap gubernur Nova yang rendah dan segala kompleksitas lainnya di daerah ini yang justru butuh figur selevel kemampuan Muhammad Nazar sangat di perlukan.

“Kalau bicara hawa (keinginan) menjadi wagub ya banyak, saya pun hawa dan ingin tapi kan saya belum berpengalaman dan teruji untuk jabatan itu,” katanya.

“Kita dan kawan-kawan respek dengan inisiatif PNA dan memasukkan nama Muhammad Nazar yang sudah pernah menjadi wagub yang riil periode 2007-2012. Kami juga tahu, BW (Bang Wandi: panggilan kepada Irwandi Yusuf) selaku ketua umum PNA tidak mengizinkan kak Ati (istrinya Irwandi) dan bang M (panggilan untuk M. Zaini, adiknya Irwandi) mengisi pos wagub yang kosong itu,” paparnya.

BACA JUGA...  Partai Gelora Lhokseumawe Gelar Diskusi Lintas Pemuda

Selain itu, PNA juga tidak memaksakan pengurus atau kader internal PNA menjadi cawagub.

“BW, kata Dolah, seorang pejuang seperti bang Nazar SIRA juga dan lebih mementingkan kepentingan Aceh, pembangunan dan perdamaian dengan segala komplikasinya yang ada,” ujar Abdullah.

Kalau seandainya PNA dan BW memaksakan harus dari kalangan keluarga dan kader partai, justru itu tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi negara yang berlaku. Terlebih jika dikaitkan dengan kebutuhan serta kepentingan pembangunan tadi. “Jujur saja memang belum ada yang layak selain nama mantan wagub Muhammad Nazar,” katanya

Dia mengatakan kemenangan Irwandi-Nova itu mayoritas dari suara yang bukan bagian dari partai pengusung, bukan menang karena suara keluarga para kandidat dan tidak akan cukup juga suara kader partai pengusung.

Oleh karena itu, Abdullah mengatakan dan dimana-mana Ia mencoba memancing diskusi tentang pengisian pos wagub itu dan figurnya. “Semuanya sepakat dan tak ada yang membantah bahwa Bang Nazarlah yang paling ideal dan gubernur pasti akan terbantu banyak dengan kehadirannya sebagai Wagub Aceh,” ungkapnya.(*).

Berita Terkait

Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh
Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA
DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik, Cetak Kader Tangguh Ideologi
Zulkifli Anggota DPRK Aceh Utara Dukung Penuh Kepemimpinan Ilham Pangestu 
Ilham Pangestu Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur
HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:08 WIB

Mantan Senator Aceh Kecam Kekerasan di Tiro, Pelanggaran HAM Berpeluang Buka Internasionalisasi Isu Aceh

Selasa, 3 November 2026 - 16:45 WIB

Tomas Asel Kritik Sikap Pengurus ABAS, Barsela atau Jadi Corong ALA

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:16 WIB

DPP Partai Aceh Gelar Pendidikan Politik, Cetak Kader Tangguh Ideologi

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Zulkifli Anggota DPRK Aceh Utara Dukung Penuh Kepemimpinan Ilham Pangestu 

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Ilham Pangestu Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Timur

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB