“Di Gampong Alue ini ada kelompok tani Alue Jaya dan kelompok tani ini telah melaksanakan Kegiatan Sekolah lapang Tani (SL) dan kelompok tani ini Binaan balai penyuluhan Dinas Pertanian Bireuen,”ujar Geuchik.
Program ini bisa menjadi daya tarik dan semangat motivasi bagi para Petani Gampong Meunasah Alue dalam mencari rezeki di ladang sawah miliknya untuk memenuhi kebutuhan hidup pangannya, tutur Attailah.
Attailah menjelaskan, Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama, maka oleh karena itu, sesuai dengan dukungan adanya regulasi kebijakan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022, dalam peraturan disebutkan bahwa Dana Desa ditentukan penggunaannya untuk program ketahanan pangan yang wajib dialokasikan adalah sebesar 20 persen.
Lanjutnya Kades Attailah, kebijakan yang ada tersebut, perlu dioptimalkan untuk pengembangan potensi Gampong dalam menggerakkan sektor pertanian sawah, melalui berbagai macam komoditas pangan yang akan bermanfaat dari berbagai kebijakan program bantuan pemerintah dalam bidang pertanian, yang bertujuan agar masyarakat memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangannya di Gampong secara mandiri.
Sehingga, lanjutnya, Pemerintah Gampong, melalui Dana Desa diharapkan dapat mampu mensuport kebutuhan permasalahan petani, khususnya masyarakat Meunasah Alue untuk bisa secara maksimal dan optimal, agar mampu mendukung kegiatan petani, mulai dari produksi, penyediaan lahan sawah, pembersihan bajak sawah, semai benih padi, pemberian pupuk dan obat obatan tanaman padi hingga masa panen bisa meningkatkan, infrastruktur penunjang, pendapatan petani, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang dikembangkan bisa mendongkrak pendapatan masyarakat petani sawah secara signifikan.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Gampong Meunasah Alue, memberikan apresiasi, kepada masyarakat Gampong Meunasah Alue dan kepada Kelompok Tani Alue Jaya, serta pihak Penyuluh dari Dinas Pertanian Bireuen yang telah mendukung program pemerintah dalam hal peningkatan ketahanan pangan bagi petani sawah,” imbuhnya.
Dengan kegiatan seperti ini berpihak kepada aspirasi masyarakat, hingga kedepannya dapat menunjukkan keseriusan Pemerintah untuk penguatan di sektor pangan sebagai wujud konsistensi bersama, supaya kedepannya Gampong Meunasah Alue dapat menjadi salah satu Desa penghasil bahan Pangan Padi, harap Attailah.
Dengan bibit unggul, Insya Allah bisa meningkatkan hasil Panen Raya di Gampong Meunasah Alue khususnya, sebagai salah satu sentra produksi padi atau gabah yang menjadi perhatian pemerintah, ditambah masyarakat disini tanah lahan sawahnya tadah hujan, dikarenakan belum tuntas selesainya pembangunan jaringan Irigasi Aneuk Gajah Rhoet Peudada, pungkas Attailah juga seorang guru non PNS di SMA Negeri 1 Peudada ini, (Iqbal).
Halaman : 1 2















