Dia mengajak semua kawan-kawan GAM baik mantan Tentara Negara Aceh (TNA) Maupun sipil GAM untuk sama-sama merenungkan kembali, bahwa sekarang ini berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada 15 Agustus 2004 lalu Pimpinan GAM sudah menyepakati bahwa GAM akan berjuang dalam konteks perdamaian untuk membangun Aceh dari keterpurukkan, terutama di sektor Publik yang menjadi Kewenangan GAM.
Ketua DPRA juga mengharapkan kepada semua bangsa Aceh, termasuk aparat penegak hukum yang ada di Aceh untuk betul-betul menghargai bahwa hari ini adalah hari ulang tahun perdamaian Aceh MoU Helsinki.
“Hari ulang tahun Mou Helsinki, adalah hari kemenangan kita Bersama, untuk itu, bila ada masyarakat Aceh yang merayakannya sesuai dengan keinginan mereka pada hari Perdamaian ini kalau bisa jangan sampai ada tindakan-tindakan kekerasan, biarlah tanggal 15 Agustus menjadi hari kemenangan kita bersama,” Katanya.
Kini usia perdamaian Aceh sudah 17 tahun, Ketua DPRA berharap Kepada pemerintah Indonesia agar poin-poin nota kesepahaman yang sudah disepakati di dalam perundingan pada 15 Agustus 2005 lalu, mohon kiranya kita memperhatikan ini dengan lebih serius dan mari kita bergandeng tangan, Jalan berdampingan dalam membangun Aceh untuk hari esok yang lebih baik. [Syawaluddin].
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















