Peringati HPA Jangan ada Lagi Pertumpahan Darah di Aceh
BANDA ACEH (MA) – Peringati Hari Perdamaian Aceh (HPA) ke-17 tahun diharap tak ada lagi pertumpahan darah di provinsi Aceh. 32 tahun Aceh terus berkecamuk, ribuan orang meregang nyawa karena konflik berkepanjangan.
Damainya Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI) pada 15 Agustus 2004 – 15 Aguatus 2022 [17 tahun lalu] membawa perubahan ekonomi dan tatanan hidup rakyat Aceh kearah yang lebih baik.
Begitu ditegaskan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saiful Bahri [Pon Yahya] pada mediaaceh.co.id. Selasa, 16 Agustus 2022 di kota Banda Aceh.
Dikatakan; tanggal 15 Agustus merupakan hari yang paling bersejarah bagi Rakyat Aceh khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, tanpa terkecuali masyarakat dunia.
Dimana pada saat itu Pemerintah Republik Indonesia dengan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka sudah menemukan titik temu di meja Perundingan; kedua belah pihak menandatangani sebuah Naskah Kesepakatan atau Kesepahaman Bersama yang dinamai Momerandum of Undestanding (MoU) di Helsinki sebuah kota kecil di Negara Finlandia.
“Dari situlah bermula terjadinya Perdamaian Aceh, yaitu di meja perundingan yang melahirkan sebuah Nota Kesepahaman yang dikenal dengan MoU di Helsinki, sebuah kota kecil di Negara Pinlandia, maka sejak ditandatangani MoU Helsinki tersebut maka mimpi GAM untuk merdeka atau Aceh memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi tertunda,” Jelas Pon Yahya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














